Pages

Rabu, 23 Mei 2012

Mengkreasikan Limbah Lemari (Solusi Pemanfaatan Pakaian Tidak Terpakai dalam Membangkitkan Ecopreneurship Kreatif melalui RecyclEco Boutique)

Tidak sedikit orang yang memanfaatkan fashion sebagai sarana untuk bergaya. Kaum menengah ke atas yang sering memperhatikan penampilan, akan selalu uptodate mengenai fashion. Kaum yang sering kita sebut dengan fashionista, pasti tidak mau ketinggalan gaya fashion terbaru. Begitu dikeluarkan model pakaian terbaru, tidak jarang permintaan pun akan naik saat itu juga. Hal itu akan menjadi masalah apabila kita tidak mampu membeli produk-produk fashion karena keterbatasan biaya. Sudah tidak dapat dibayangkan lagi, berapa banyak produk fashion yang memenuhi lemari si fashionista jika setiap tahun mode selalu berganti. Barang-barang tersebut akan menumpuk di dalam lemari dan jika sudah kuno, akan menimbulkan ‘limbah’ bagi si empunya. Barang-barang tersebut tentu akan menjadi sia-sia jika hanya dibiarkan begitu saja. Apalagi kalau kita memiliki barang yang sarat akan memori indah, kita akan merasa sayang untuk membuangnya atau hanya sekedar untuk diberikan kepada orang lain, bukan? Di samping itu, pakaian yang berasal dari nylon dan polyster tidak bio-degradable, 310 kali lebih berbahaya dari karbondioksida. Memang, dalam ekonomi kreatif, fashion merupakan salah satu subsektor yang paling berkontribusi dalam meningkatkan nilai ekspor pada tahun 2002-2006, yaitu sebesar 43,921 triliun rupiah (62,81%). Namun, dapatkah ekonomi kreatif menjadi lebih kreatif lagi dalam menyikapi isu tersebut? Tantangan tersebut sekiranya dapat dijawab dengan kreativitas anak bangsa yang tertuang dalam ekonomi kreatif. Barang-barang tersebut boleh saja terbatas, namun ide dan kreativitas manusia tidak akan ada batasnya. Sehingga dengan berbagai permasalahan tersebut, dapat dicari solusi yang tepat dalam rangka meningkatkan kreativitas sekaligus menyelamatkan lingkungan melalui industri fashion. Inilah saatnya untuk menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan industri fashion melalui pakaian yang sudah tidak terpakai untuk meningkatkan nilai gunanya. Sebenarnya, ada beberapa solusi untuk mengatasi masalah lingkungan mengenai fashion. Salah satunya adalah dengan fashion organik, yang pembuatannya tidak membutuhkan begitu banyak bahan kimia sintetis, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Namun dewasa ini harga untuk sebuah fashion organik sangat mahal dan hanya bisa disentuh oleh kalangan berduit saja. RecyclEco Boutique, merupakan sebuah profil wirausaha yang mengangkat isu lingkungan digabung dengan permintaan absolut pembeli sehingga menghasilkan produk fashion ramah lingkungan, atau ecofashion dengan harga terjangkau. Penulis telah melakukan usaha ini bersama dengan tim selama lima bulan mulai dari bulan Agustus hingga Desember 2011. Dalam perusahaan ini, penulis menempati posisi manajer, pemilik sekaligus desainer. Ide ini muncul dan dikembangkan setelah mendapatkan bantuan dana (seedfund) dari program Climate Smart Leaders 2011 pada periode bulan Agustus-Oktober. Saat ini kegiatan ini masih berjalan dan akan terus dikembangkan. Perusahaan ini pun bergerak dalam bidang jasa daur ulang dan produksi barang daur ulang dari pakaian yang sudah tidak terpakai. Bahan baku pembuatan pakaian di butik ini berasal dari baju bekas para konsumen dan baju bekas yang tidak terpakai. Konsumen membawa baju bekas mereka untuk diperbaharui lagi di butik tersebut. Pembaharuan dilakukan dengan mendesain ulang model baju bekas yang nantinya akan berbeda dari wajah aslinya. Konsumen dibebaskan untuk menentukan desainnya sendiri ataupun didesainkan oleh pihak desairner butik. Apabila desain dilakukan oleh pihak desainer butik, maka konsumen akan dibebankan biaya tambahan. Setelah itu, tim produksi butik akan membuat pakaian tersebut sesuai dengan rancangan. Selanjutnya diserahkan kepada konsumen untuk dipakai. Inilah yang disebut dengan jasa yang dilakukan oleh butik. Dalam hal produksi, baju yang sudah tidak terpakai diterima butik dan dirombak dengan sentuhan kreativitas desainer di butik kami. Baju-baju tersebut diubah menjadi baju ataupun pakaian jenis lain sesuai dengan kapasitas nilai kegunaan barang tersebut. Setelah itu, pakaian diberikan label dan selanjutnya dijual sesuai dengan produksi dan keuntungan yang diinginkan. Keuntungan dan harga yang ditimbulkan dari produksi barang dan jasa di RecyclEco Boutique tentu saja berbeda. Dalam bidang jasa, bahan baku yang digunakan dapat diperoleh secara gratis karena konsumen yang membawanya sendiri dari rumah, sehingga jatuh harganya lebih murah. Namun untuk sebuah pakaian yang bahan bakunya dibeli dari luar, harganya pasti akan sedikit lebih tinggi. Untuk lebih jelasnya, perincian harga dan total pendapatan sebuah baju dari jasa daur ulang dan penjualan produk butik dapat dilihat dalam tabel berikut : Jenis Kegiatan Recycle blus menjadi rok Jasa Produksi Barang Biaya tetap (perlengkapan jahit dan ongkos jahit) Rp10.000,00 Biaya tetap (perlengkapan jahit dan ongkos jahit) Rp10.000,00 Pakaian tidak terpakai - Pakaian tidak terpakai Rp5.000,00 Desain Rp5.000,00 Desain Rp5.000,00 Keuntungan 25% Rp3.750,00 Keuntungan 25% Rp5.000,00 Harga/ Pendapatan dengan desain Rp18.750,00 Harga/ Pendapatan Rp25.000,00 Harga/ Pendapatan dengan desain Rp12.500,00 Contoh harga di atas hanyalah sebuah contoh untuk sebuah item fashion saja, yaitu mendaur-ulang blus menjadi rok pendek. Harga dapat disesuaikan sesuai dengan tingkat kesulitan desain dan penjahitan. Semakin kreatif desainer butik kami dalam mendesain baju dan semakin rumit jahitannya, maka harganya akan semakin mahal. Sebenarnya, pengelola bisa saja menjual barang-barang tersebut dengan harga yang lebih mahal lagi sesuai dengan harga ‘yang patut’ di kota yang berbeda. Jika di Kota Yogyakarta kita dapat menjual baju hasil recycle tersebut seharga Rp15.000,00, bisa saja kita jual di Jakarta dengan harga yang jauh lebih tinggi, Rp25.000,00 misalnya. Mengingat biaya angkut dan biaya tambahan lain yang dikenakan, serta image masing-masing kota. Selain melalui media interner dan poster, promosi pun juga dilakukan melalui label yang digunakan untuk menulis harga dan jenis pakaian hasil produksi butik. Sebenarnya ini baru sebuah gagasan yang diberikan oleh pengelola untuk membuat produk menjadi spesial dan tidak dapat dilupakan. Dalam label tertera dua buah foto baju ‘sebelum dan sesudah dirombak. Hal tersebut akan memberikan kesan istimewa bagi si pembeli dengan mengetahui riwayat baju daur ulang yang dipakainya, terutama bagi pelanggan yang memesannya. Selain itu, promosi melalui label seperti itu merupakan propaganda kepada semua orang calon pembeli bahwa dengan kreativitas, pengelola butik mampu menciptakan barang-barang yang ramah lingkungan dengan harga terjangkau. RecyclEco Boutique merupakan salah satu contoh pelaksanaan ekonomi kreatif yang menekankan ecopreunership, atau wirausaha berbasis lingkungan. Gagasan ini dapat memberikan nilai plus bagi perusahaan itu sendiri. Permainan kreativitas, passion, dan kemauan lah yang diperlukan dalam membangun butik tersebut. Kemampuan seseorang dalam hal ini, desain, sangat diperlukan untuk merubah dunia melalui aksi ekonomi kreatif yang lebih hijau. Setiap orang yang memiliki ketiga hal tersebut pasti dapat mereplikasi bisnis ini dengan baik. Bisa kita bayangkan berapa banyak baju yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan dengan melakukan usaha ini. Kita dapat meningkatkan nilai guna barang dengan mendaurulangnya. Ditambah lagi dapat menghemat pengeluaran yang kita gunakan untuk membeli sebuah baju baru. Harga sebuah rok pendek baru, tentu lebih mahal jika dibandingkan dengan harga daur ulang sebuah blus yang menjadi rok. Jadi, kapan lagi kita mulai membangkitkan kreativitas dengan memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai seperti pakaian di sekitar kita? Dengan sentuhan kreativitas, segala hal pasti dapat terjadi. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2006. Dilema Impor Sandang Bekas:Kebutuhan versus Peraturan. http://sendaljepit.wordpress.com/2006/08/08/dilema-impor-sandang-bekaskebutuhan-versus-peraturan/. Diakses pada tanggal 9 Desember 2011 pukul 17.44 WIB Anonim. 2010. Dampak Negatif Industri Tekstil. www.indotekstil.com. Diakses pada tanggal 5 Juni 2011 pukul 13.59 WIB. Diktat Ekonomi Kreatif Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.

Kamis, 30 Juni 2011

Tata Tertib SImulasi GVT 2011

1. Niat

2. Panitia diharapkan datang maksimal 10 menit sebelum waktu yang telah ditentukan.

3. Kumpul per sie pada pukul 7.30 WIB di basecamp masing-masing dan acara simulasi
akan dimulai pada pukul 08.00 WIB.

4. Panitia mengikuti kegiatan simulasi GVT 2011 dengan tertib dan sungguh-sungguh.

5. Seluruh panitia GVT diwajibkan untuk mengenakan seragam abu-abu putih upacara
hari Senin dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Seragam OSIS abu-abu putih lengan panjang lengkap dengan badge OSIS dan
bendera merah putih

b. Topi abu-abu SMA (topi boleh dilepas saat di dalam ruangan.

c. Emblem Teladan di sebelah kiri dan co card di sebelah kanan.

d. Bagi yang berjilbab diwajibkan memakai ciput, menyentuh ikat pinggang, sesuai
tata tertib sekolah dan dipeniti di bagian ujung belakang.

e. Sabuk warna hitam polos.

f. Kaos kaki putih polos (panjang minimal bagi putra : 5cm di atas mata kaki,
putri : 10 cm di atas mata kaki).

g. Sepatu pantofel hitam bagi panitia putri dan sepatu PDH hitam bagi panitia
putra.

6. Panitia tidak diperbolehkan membawa dan memakai alat komunikasi dan elektronik
yang dapat mengganggu jalannya acara simulasi kecuali bagi sie yang benar-benar
membutuhkan. HP, laptop, dll dapat dimasukkan ke dalam tas dan tidak dikeluarkan
selama acara berlangsung.

7. Panitia tidak diperbolehkan memakai jam tangan kecuali sie acara dan CC rundown.

8. Panitia tidak diperbolehkan memakai aksesoris dalam bentuk apapun kecuali peniti,
emblem dan cocard.

9. Panitia tidak diperbolehkan membawa barang-barang yang dilarang dibawa di
lingkungan sekolah sesuai dengan peraturan sekolah selama kegiatan berlangsung.

10. Panitia diharapkan dapat menjaga sikap dan perilaku selama acara simulasi
berlangsung.

11. Panitia diharapkan mengikuti acara simulasi dari awal hingga akhir acara.
Panitia boleh meminta izin di tengah simulasi jika acara memang benar-benar
mendesak dan ada bukti (misal : lomba, tertimpa musibah, dsb).

12. Konsekuensi-konsekuensi :
a. Panitia yang melanggar tata tertib
pada poin 6-10 akan ditegur secara lisan.

b. Panitia yang datang terlambat
toleransi waktu 10 menit dihitung dari pukul
08.00 WIB) akan mendapatkan konsekuensi berupa hafalan juz 29 3 ayat @1menit
panitia beragama Islam) atau hafalan 3 ayat Alkitab (bagi yang beragama
Kristen/Katholik) atau push up 1 seri @1menit.

c. Panitia yang melanggar tata tertib berpakain
(poin 5) atau membuat kegaduhan

atau suasana tidak kondusif dikenai konsekuensi : hafalan juz 29 3 ayat @1
kesalahan (panitia beragama Islam) atau hafalan 3 ayat Alkitab (bagi yang
beragama Kristen/Katholik) atau push up 1 seri @1 kesalahan.

d. Panitia yang tidak hadir tanpa keterangan, akan mendapatkan konsekuensi
berupa tugas dari CC GVT, koor sie, disertai dengan hafalan QS juz 29 minimal
20 ayat (agama Islam) atau menceritakan salah satu tokoh dalam Alkitab
beragama Kristen/Katholik) atau push up 5 seri.

e. Panitia yang hadir dengan izin yang jelas, akan mendapatkan konsekuensi
berupa tugas dari CC GVT dan koor sie masing-masing.


CC GVT 2011

NB :
1. Hafalan dapat disetor kepada CC GVT sebelum hari pertama GVT 2011 dimulai.
2. Tugas dari CC GVT 2011 terlampir

Senin, 13 Juni 2011

Quotes of The Day!

Loving someone is like a sun putting its light to the moon. -Shofi Fatihash-

Sabtu, 14 Mei 2011

Korean Fever Has Come to Me...! Aaaaargggh...

Awalnya aku nggak punya mood buat ngacengin penyanyi-penyanyi Korea yang nyanyi sambil ngedance. Nggak mau tahu, begitu lebih tepatnya. Apalagi cowoknya cantik-cantik jadi nggak banget deh.

Hmmm.. sepertinya aku punya sindrom yang sama dengan Layung. Seperti ceritanya di blog, aku salah satu yang excited waktu dia buka lepi dan muter video Super Junior yang Sorry-sorry. Haha.. Ketularan deh gue.

Sebelumnya aku juga sempet nonton K-Drama kayak A Moment To Remember dan Wedding Dress yang bikin nangis bombay. Dan aku pikir dari situlah gejalanya bermula.



Sorry-sorry was my first Korean music video i watched. Dibilang cupu? Biarin deh, hehe.. Awalnya juga nggak terlalu suka. Tapi begitu lihat videonya langsung... hmmm.. WOW! Gimana caranya ngatur 13 orang dalam satu lagu yang berdurasi 3-5 menit? Matemg dan enerjik! Edyan apik tenan kok. Hehe.. Video Sorry-sorry pun diputar berkali-kali, bahkan aku sempat ngopy dari Layung. Saking senengnya nonton, lama-lama jadi niruin gerakan-gerakan dance-nya di belakang kelas. Wakakaka.. So funny!

Video kedua Gee-nya SNSD. Lucuuu liriknya, bahkan setiap ngoreksi jawaban pilihan ganda, temen-temen suka menghubung-hubungkan huruf opsi itu dengan gee. Ahaha, bingung ngomongnya. Kalau b ya bee bee bee bee bee, c cee cee cee cee, d dee dee dee dee.. Kalau a sama e susah (coba sendiri deh, hehe).

Lama-lama demam itu pun menjadi-jadi. AKu mulai searching nama-nama personil SUJU dan SNSD. Bingung juga sih awalnya, habis mukanya hampir sama semua. I like their outfits too, especially in Super Junior - No Other music video. I like Kyuhyun's outfit. Daaaan... dia favoritku di Super Junior karena suaranya yang paling khas. Hehe.. buat seseorang, jangan jealous yaaa.. hehehe :P


Super Junior Kyuhyun


Like i said before.. I really love his outfit in No Other music video. The pattern and the white one in the chest. Simple pink but not so girlie. Awesome!


SNSD Sunny
Kalau SNSD paling suka si Sunny.. Kenapa? Soalnya mukanya paling gampang diinget. Haha.. Nggak mutu alasannya.


SNSD


I think, they're all so good in their performance. That's why i like them both.

Rabu, 11 Mei 2011

What Day Is Today?

Hari ini hari Kamis, dan biasanya aku nungguin seseorang menanyakan hari kepadaku. Hehe.. Agak durhaka memang nulis postingan ini di blog, but i think it's kinda a funny thing i ever heard on Thursday. LOL.

Percakapan ini terjadi di malam Jumat dan hampir di setiap malam Jumat.

Simbah : Nduk, saiki dina apa ta? (Nak, sekarang hari apa, sih?)
Aku : Kemis, Mbah.. DOs pundi?:o (Kamis, Mbah.. Ada apa?)
Simbah : Prei ora le sekolah? (Sekolahmu libur?)
Aku : Prei ki nek Minggu to mbah. (Liburnya kan hari Minggu)
Simbah : Walaaah.. takkira saiki Jemuah. Lha saiki malem apa? (Walaaah.. aku kira sekarang Jumat. Emang sekarang malam apa?)
Aku : Nggih sakniki malem jumat. -__-" (Ya sekarang kan malam Jumat. -___-")

Selasa, 19 April 2011

Carieta Costume

Wew.. This is my first post about fashion. Here, i wanna share about my beloved class Carieta Costume. I love these all but finally, we just chose one of them.

Last March, my class were choosen by Carieta's committee to show our performance. It was surprising! We should prepare all of the things we needed such as training, costumes, etc. But we already prepared them a week before Carieta was held! Oh, no man!

Ahja, Carieta is like a talent show of my school, SMAN 1 Yogyakarta. It was held on March 12, 2011 and I think that it was too late to post it in this blog. But, whatever, there is no late in my dictionary. Haha.. Actually, it was the climax of our school anniversary celebration.

By the way, me and Fath were responsible with the costumes. First, she made the sketch, and i tried the real ones with a little improvisation. Haha. My sister Rahma took the photograph of me, and i created the style improvisation (halah) from Fath's original design just in one night!

In this costume, we just needed a jarit as a midi skirt, long sleeves tee's, headscarves, inner, pashmina or scarf and denim pants. We designed the costumes for the girl only. ANd for the boys, so simple. They just had to wear a long shirt, black jeans and a pair of shoes, and the style is depend on their taste of fashion (halah). And here are some pictures that my sister took with my parent's camera. Sorry if the pictures are bad.

1. The Original Design by Fath Ainia


Next time I'll post the sketch

2. 1st Improvisation : Shawl Top

The inspiration of the shawl as top came from one of Indonesian fashion blogger, Restu Anggraini:)

3. 2nd Improvisation : Eastern Cape


I wore a headscarf and flipped it, then I put it on my shoulder with a brooch.:)

4. 3rd Improvement : Head Banded

It was simple but cute, wasn't it?

5. 4rd Improvement : Bow!

I put my scarf as a bow on my neck like this. Cute, rite?:D

After that, I post it in my facebook account to get my classmates votes of the costumes.Yeah, in the morning, a day before our show, heheh, finally, we've got the fixed costume. It was number 4. And yaaa.. it's simple to apply than the others. hehe. We also add some belt that the Javanese dancers usually use in their performances. It called sabuk timang. By the way, the theme of Carieta decoration and scripts on that time were something like in the Javanese kingdom.



Thanks for reading..:))

Rabu, 13 April 2011

So, This Is It!

Ceritanya begini, di pos aku sebelumnya pernah nanya ke teman-teman semua tentang mau dibawa ke mana blog ini. Haha.. Yah, so, ada beberapa saran dari para blogger yang insyaallah dapat membantuku dalam menentukan arahny.

Oke fine, and here are some comment and suggestion for this blog. If you wanna add some, it's ok. it won't be too late. I'm going to accept it everytime. :))

The first comment come from Layung a.k.a Tatya a.k.a Nares :

personal blog aja chof :) yang namanya personal blog itu kamu bisa nulis apapun yang kamu sedang pikirkan sekarang. Ibaratnya kayak diary, tapi untuk konsumsi publik, nggak terlalu privacy dan hal-hal yang akan dipublish masih harus disaring dulu apakah ini terlalu pribadi untuk jadi konsumsi publik. Di personal blog juga kamu bisa nulis apapun yang kamu suka :D jadi kalo masih bingung, personal blog memang paling cocok karena sifatnya yang fleksibel ;)

15 Maret 2011 08:32


The second one is from Mas Ujang:

kalau aku yah, lebih suka yang terakhir, atau random aja lah, ngeblog buat iseng-iseng nulis sekaligus koleksi tulisan aja, kalau ada yg mau dicurahkan ya diblog, yg lagi dipikirin yg tulis diblog jg gpp, dan yg paling penting blog sbg sarana dokumentasi :D

21 Maret 2011 03:58


The last one who commented on my blog Mila

he em..setuju2..sebagai sarana dokumentasi dan pengalaman buat di share kan aja :) siapa tauk bisa dijadiin pelajaran buat si pembaca tuk kedepannya :D smangat mb chuopp..

21 Maret 2011 05:23


Ada juga yang baca blog terus langsung komen, she's Febi :

Hidupmu itu mencakup beberapa hal. Jadi boleh aja dimasukin berbagai elemen. :)



So... In this my bilingual post, i"m gonna make this a whatever blog. I can add some elements here. I can add a lot of things in my life to share to you. And i hope you can enjoy it!;D

Oya, the last one : Makasih buat teman-teman yang udah kasih saran.. :))

Selasa, 15 Maret 2011

Mau Dibawa ke Mana

Akhir-akhir ini saya bingung menanggapi suatu situasi kegentingan hal ikhwal yang memaksa, ini tentang hidup dan mati (opotoh--a). Ups, bukan, ini tentang 'Mau dibawa ke mana arah blog saya', maksud saya tema dari blog ini. Jujur, ada banyak elemen yang pingin saya masukkan ke dalam sini. Walaupun kenyataannya, saya juga jarang nge-post di blog. haha, tapi nggak apa-apa lah. Blogging is just for fun and sharing!

Kebingungan ini juga berdampak ketika saya mengubah template dari blog ini. Terkadang saya meminta pendapat teman-teman saya. bagus yang mana nih layoutnya? Imi apa ini? Teman saya hanya berkata, disesuaiin sama tema tulisan blog kamu ajalah. AAAH... tapi kan ini nggak bertema, alis banyak elemen yang dimasukkan. Sedih >.<

By the way, dari berbagai pertapaan yang saya lakukan (halah, lebay, haha) masih bingung juga mau memfokuskan blog ini tentang apa gitu. Kalau soal agama, nggak mungkin lah ya.. Soal tugas sekolah, itu mah bisa kita sharing di tempat selain blog. Pengalaman pribadi? Boleh juga, tapi bosen nih, itu-itu mulu..

Finally, i"ve made a decision about this blog. Aaaarrggghh...

I need your suggestion of this blog's way :

1. Fashion Blog


2. Travelling Blog


3. Diary Blog


4. Science Blog


5. Food blog



6. Whatever Blog


Mohon bantuannya, ya, teman.. Terimakasih :)

Selasa, 01 Maret 2011

Accident!

Astaghfirullah...astaghfirullah..astaghfitullah...
Oh, God! Forgive me, forgive me please... I have done a lot of mistakes to You, to my parents, my friends, and another people who ever met me. I didn't care about anything you've given to me. And I know that so many times You warned me, but so many times i never care.

I regret, but i know that nothing have to be regreted. As i know, as my mom told me, and as the people around me said that nothing have to be regreted. I just having a piece of spirit for continuing my life. Oh, God pleaseee... let it be over. I won't it happen to me anymore. >.<

Someone ever said to me that there will a rainbow after the rain.
So do Allah said "Fa Innama'al 'usri yusron, innama'al 'usri yusroo..'
I believe that the both quotes are true and the amenity will come to me. AMIN!
I believe that my life will be easy as i imagine.

Sabtu, 29 Januari 2011

Anggun - Bayang-bayang Ilusi




Kala mataku terpejam
Sunyinya malam
Kala hasratku membara
Khayal smakin tinggi

Seribu asa hadir di sekililingku
Bangkitkan gairah hidup
Sejuta harapan di dalam jiwaku
Walau semua masih di dalam angan

Jurang curam menghadangku
Getarkan jiwa
Dan pekatnya kegelapan
Datang melanda

Keraguan kini menjelma di dada
Musnahkan segala asa
Semua harapan yang dulu pernah ada
Tiada tersisa…

Haruskah ku hidup dalam angan - angan
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi

Bayangan ilusi
Hanya fantasi
Bayang ilusi

Haruskah ku hidup dalam angan - angan
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi

Bayangan ilusi
Hanya fantasi
Mengejar ilusi
Terus berlari
Bayang ilusi

This song is totally wonderful. Siapkan nafas panjang Anda untuk menyanyikannya. Tinggi banget.. T.T

Jumat, 10 Desember 2010

Patah Tulang Part 1

Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati… (sing)

Masih inget lagunya Pakdhe Meggy Z yang itu? Lagu jaman bahuela, mungkin aku belum lahir kali yak/ Haha.. Aku sih 50% setuju saja dengan lirik lagu itu, tapi kalau dipikir-pikir sakit gigi itu juga sakit lhoh.. Apalagi kalau liriknya diganti “Lebih baik patah tulang, daripada patah hati”, aku jelas-jelas TIDAK SETUJU!!! Ehem, capslock-nya bukan berarti aku teriak marah lho, hanya untuk penegasan saja. Hehe…

Sedikit curhat saja, yang namanya patah tulang itu bener-bener nggak enak. Ada sih enaknya, lebih diperhatiin ortu, hehe, tapi tetap saja yang namanya badan, pasti kalau sakit satu sakit semua. That was happened to me.

Panjang cerita kejadiannya tanggal 25 Juli 2010, tepat empat bulan setelah aku opname karena DB. Tanggal 25 merupakan hari penutupan GVT, Gladhi Vidya Teladan, itu lhooo MOS lanjutannya anak SMA 1. Kebetulan aku jadi panitianya dan harus menemani adek-adek kelas GVT X-7 yang aku waleni. Mau tak mau aku harus datang karena partner WK (Wali Kelas)-ku berhalangan hadir karena sakit (kalau nggak salah).

Hmmm… That was a good day and also a terrible day in my life. Acara penutupan GVT diisi dengan pentas seni dari adek kelas. Alhamdulillah X7 tampil dengan memukau (dance), mereka menampilkan nyanyian yang diiringi dengan gitar ditambah drama dance-nya Dek Abil. Wonderful! Aku sempet mau standing applause, tapi niat itu kubatalkan untuk menghormati orang-orang di belakangku yang sedang duduk, takut menghalangi pandangan. Hehe… Wah, mendampingi adek-adek di hari terakhir berasa menyenangkan dan tidak secapek hari-hari GVT sebelumnya! Yaah, walaupun aku merasa seperrti ‘single parent’. Hehe.. Setelah itu mereka masuk kelas dan kuminta untuk menuliskan pesan dan kesannya selama aku dan partner WK-ku (nggak usah disebut namanya ntar dia GR, haha) membersamai mereka. Aku sengaja tidak membacanya saat itu dan langsung kumasukkan dalam ransel yang tadinya berisi puluhan HP sitaan dari adek-adek (karena selama acara berlangsung memang tidak boleh membawa HP, HP dititipkan ke WK kemudian dibagikan saat mau pulang).

Kami berdoa dan mereka pulang, sementara aku masih di basecamp panitia untuk merapikan tempat dan beberapa stopmap masterpiece adek-adek Pansusku. Bertubi-tubi telepon dating dari ibu memintaku untuk pulang ke rumah Simbah. Karena waktu itu keluarga besar kami sedang berkumpul di sana dalam sebuah acara keluarga dan aku baru akan bergerak ke sana 30 menit kemudian.

Akupun menuju parkiran untuk menghampiri Grino, motor kesayanganku. Mula-mula kubuka kunci stangnya, kemudian kupakai helmku yang penuh dengan stiker. Entah mengapa saat mengencangkan helm, perasaanku benar-benar tidak karuan. Bingung. Tak tahu bingung karena apa (lho?). tidak biasanya aku mengencangkan helm sampai benar-benar kencang seperti saat itu.

“Assalamualaikum!” kuucapkan salamku untuk orang-orang yang masih ada di parkiran, begitu pula dengan adek-adek kelas yang masih menunggu jemputan di halaman sekolah. Bruuummm… Aku membelokkan motorku ke arah selatan, ke rumah Simbah dengan sedikit terburu-buru. Dengan sangat terpaksa, lampu merah menghentikanku di Perempatan Wirobrajan, akupun maju ke garis depan tapi tidak paling depan. Berhenti lalu diam.

Kuperhatikan countdown yang berwarna merah sambil ikut menghitung. Saat angka menunjukkan 0, aku bersiap memacu motorku. Kemudian kutarik gasnya saat lampu berubah hijau. Pandanganku kabur menjadi hitam seperti ditutupi papan kayu dan aku tak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di kanan, kiri, dan depanku. Mungkin syaraf di otak bekerja untuk member kabar buruk pada situasi seperti ini. Tiba-tiba dari arah kanan melaju sebuah skutik dengan rem blong (kata pengemudinya) dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Saat itu aku ingat kecepatan motor ku baru mau naik menjadi 40km/jam. Ckiiiiiiiiiiitttttttttttttttt…..Bruuuuuuukkk….

To be continued...

Tumis Bakso

Wahaa.. sudah lama nggak ngepost di blog nih. Jujur, aku bingung banget mau ngepost apa. Kemaren pas aku bikin tumis bakso jadi kepikiran, mau nulis ini aja di blog. Kayaknya asyik bisa sharing-sharing resep makanan sama temen-temen. Apalagi yang demen banget sama yang namanya bakso. Hmmm… You have to try this one! Haha…


Bahan-bahan yang kita butuhkan :
- 20 buah bakso sapi.
- 50 gram tempe diiris dadu dan digoreng
- 3 siung bawang putih dicincang
- 3 siung bawang merah diiris tipis
- 3 buah cabe keriting (sesuai selera) diiris bulat
- 1 cm jahe diiris tipis
- 1 lembar daun salam
- 1 lembar daun jeruk nipis
- Minyak goreng secukupnya
- Gula jawa secukupnya
- Lengkuas secukupnya
- Kecap manis secukupnya
- Air secukupnya
- Garam secukupnya
- Bawang goreng
- Daun kemangi secukupnya

Nah, setelah bahan-bahan tersedia, it’s time to cook.. yeaaahhh… Sebenernya untuk membuat tumis bakso manis ini sangatlah mudah, sama seperti tumis-tumisan kebanyakan. :D

Pertama,tumis bawang putih sampai harum dengan minyak yang telah dipanaskan, disusul bawang merah, cabe, lengkuas, jahe, daun salam, dan daun jeruk nipis. Tumis sampai harum, masukkan tempe. Setelah itu giliran gula jawa dan air dituangkan. Tunggu sampai air mendidih dan gula jawa larut. Kemudian masukkan bakso sapi, masak hingga empuk, angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan dihiasi daun kemangi.
Hmmmm… This is it! Tumis bakso a la Chief Shofi… Hahaha… Gampang kan? Selamat mencoba!:D

Sabtu, 22 Mei 2010

फल इन लव विथ थे Research

Hmmm... Penelitian. Sebenarnya aku udah ngerasain hal ini sejak SD. Ah, sebenarnya berawal ketika aku baca sebuah jurnal ilmiah yang dibawa Bapak dari tempat kerjanya. Lihat karya-karya itu, bikin aku tertarik. Pengen juga nglakuin penelitian macam itu. Tapi, kok berat ya? I was trying to find the ideas. Apa ya? Susah amat buat nemuin ide. Belum waktunya mungkin, kataku dalam hati waktu itu.

Selepas lulus dari SD, aku berhasil diterima di SMPN 1 Sleman, salah satu SMP terfavorit di Kabupaten Sleman waktu itu, dengan jalur prestasi dan try out. Tanpa tes tentunya. Alhamdulillah. Waktu penjelasan, Mr. Nur bilang kalau ada ekstra KIR di SMP itu. Hahaha... bahagialah aku. Dari situ aku udah niat buat ikut KIR.

Beberapa hari setelah masuk sekolah, dari urusan kesiswaan ngebagiin angket-angket untuk memilih life skill dan ekstra yang diminati. Langsung aja aku centang kolom KIR di bagian life skill dan Tonti di ekstra. Haha... Akhirnya. Wkatu pengumuman, ternyata yang ikut KIR banyak banget, nyampe nggak bisa ditampung. Akhirnya, KIR dibagi dalam dua bagian, bidang Biologi dan Fisika. Aku stay di biologi, soalnya menurutku waktu itu biologi adalah hal menarik dan paling banyak diteliti. Hmmm...

Life skill KIR ngebosenin waktu itu. Aku kira suruh neliti masalah ini itu, nggak tahunya malah bikin percobaan2 macem-macem.. Hmmm... sya bosan dengan biologi.
Akhirnya karena guru yang mengampu juga sama-sama bosan kayak muridnya, KIR bubar. Kamipun pindah life skill. Aku pindah ke Seni Lukis. Lumayan juga sih, seni lukis bisa buat ngembangin bakat terpendam yang siapa tahu bisa digali di sini.. Haha..

Kelas 7 SMP semester 2 akhir

Tiba-tiba dan tak terduga, Bu Asil, guru geografi yang saat itu belum kukenal, manggil aku ke ruang guru. Kaget aku, emang mau diapain, ya? Huhuh..atut..
Begitu masuk ruang guru, Bu Partinah langsung melambai ke arahku. "Shofi, sini, ini Bu ASil mau ngendika sama kamu". Waduh, apa ya yang mau dibicrain.. Setelah nyuruh aku duduk, Bu Asil langsung membuka pembicaraan.

Mau nggak, ikut karya ilmiah? Ibu lagi nyari anak kelas 7 buat lomba nih di kabupaten. Sekalian ikut FRR Sleman. Kamu mau nggak? Aku beneran nanya lho ini. SOalnya kemaren ada nak lain yang Ibu tnya tapi nggak mau, takut katanya. Ya udah ibu tanya kamu aja.


Jedarrr... jederrrr.... hatiku senang bukan kepalang... "Penelitian, Bu? Mau... mau banget."

"Beneran?" Bu Asil meyakinkan.

"Mau," bejanya aku. Katanya, aku termasuk yang beruntung, alhamdulillah... Mengapa? Karena tahun kemarin KIR Geografi-nya Bu Asil diseleksi dengan tes nentuin judul penelitian. and me? Langsung ditawarin. Alhamdulillah..

Masih bnyak cerita-cerita penelitian yang lain. Yang bikin hhhhhh..., ketawa, nangis, sampai sebel. Wah, seru deh.
Ini baru awal aja. Buat para pembaca, cerita selanjutnya insya allah bakalan aku posting lagi lain waktu. S\Sudah jam 9 ini, mau siap-siap buat ke sekolah dulu.. Hahah. Salam penelitian!

Minggu, 04 April 2010

Cuihuuuyyyyy… LDP, men, women!









Hari Minggu, 21 Maret 2010. Keputusasaan dan kemarahanku hampir terobati di sini. LDP, men, women! A.k.a Latihan Dasar Penelitian, keren banget sumpah! Ini nih program tahunan TSC yang tujuannya buat ngelatih kemampuan anak-anak TSC kelas X, termasuk aku, dalam hal penelitian. Kurang lebih seperti itu. Oiya, TSC itu singkatan dari Teladan Science Club, macam ekstra KIR gitu, tapi ini bukan ekstra KIR biasa, mamen! Ini luar biasa (dengan nada bicara kayak host Silet). KIR ini di bawah sekbid 5 OSIS Bhinneka Teladan Bhakti SMAN 1 Yogyakarta yang kami cintai (walah, malah cerita organisasi, orang sini pengen cerita LDP-nya e..).

Afwan, maaf, bahasa gaulnya anak Teladan.

Eniwei, LDP kali ini dikemas seperti semacam touring. Asyik banget, apalagi buat yang seneng traveling, seerrrruuu abisss. Tujuannya ke Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis, Pantai Parangtritis, dan Taman Pintar. Yang seneng geografi nih, nggak boleh terlewatkan.

Oke, pertama, Mbak/ Mas level 26 ngasih info kalo kita, level 27, harus kumpul di sekolah jam 6.30am. rencananya mau berangkat jam 7.00am gitu. Tapi biasalah Indonesia, pada ngaret semua jamnya, melaaarrr…molorrr…kayak kolor… Mana bapakku udah ngebut di jalan pula. Kan ceritanya pagi-pagi itu aku dianter bapakku gitu, soalnya males aku naik motor sendiri ke sekolah. Hemat bensin (jialah), secara bensin kan mahal. Akhirnya sekitar jam 7.30am gitu kita baru berangkat dari sekolah ke Dinas Pendidikan Provinsi, ngejemput anak-anak dari SMA 8 yang mau ikut plus Mas Zainal juga, pembimbing KIR. Habis itu.. Langsung deh, melesat ke Geospasial. Jiaaaaaaaa…

Wah, gila nih anak-anak, di bis pada nggak bisa diem, berisssiiiikkk plus raaameeee… Mana ada kontak jodoh dadakan lagi. Hehe, kalau soal ini pasti udah bisa nebak siapa yang dijodoh-jodohin (jawa : dipacok-pacokke). AKU. Hiks! Jahat mereka. Sama… Ah, nggak usah tak sebutin namanya. Sori, Joy! (Wealah, nyeplos!) “Merah mukamu,” kata Indah.. Huuuuaaaaaaaaaa…

Nggak lho, bapak-ibu-saudara, saya nggak ngapa-ngapain, kami temenan aja kok. No no no…

Waktu nyampe Lab. Geospasial, hatiku berbunga-bunga tidak terkira (halah). Masalahnya udah lebih dari 1,5 tahun aku nggak balik ke sini, ke lab ini, ke daerah ini (kayak aku dikangenin banyak orang aja di sini). Emang dulu aku pernah ngelakuin research sama kawan-kawan dan guru SMP di sini. Tempatnya keren banget! It was awesome, now it is more awesome.

Nah, ini nih yang namanya Lab. Geospasial Pesisir Parangtritis. Keren kan? :D

Habis itu, langsung deh kita disuruh masuk ke dalemnya. Eh, ketemu Pak Antok, yang dulu pernah jadi informan penelitian, ternyata beliau ngisi acara LDP juga. Isinya mulai dari kapan dibangunnya lab ini sampai pembentukan gumuk pasir di Parangtritis. Dan ternyata, gumuk pasir yang ada di Parangtritis itu, terutama yang berbentuk Barchan merupakan satu-satunya yang ada di Asia Tenggara, yang lain ada juga di Meksiko. Secara nih, Indonesia beriklim tropis, biasanya gumuk pasir (sand dune) itu ada di daerah yang beriklim humid (lembab) dan subtropik. Makanya, gumuk pasir di Parangtritis itu termasuk langka dan unik. Wow, Indonesia keren ya? Bangga dong, jadi anak Indonesia 

Woho, ternyata kata beliau dan guruku waktu SMP bener. Whatever, nggak usah dibahas, lanjutkan saja!

SMA kita dapet kenang-kenangan lho, dari Geospasial berupa sebuah peta yang diserahkan secara simbolik kepada Pak Kepsek oleh Pak Antok. Waduh, fotonya burem nih! Maaf, ya, posisinya pas nggak enak. (Ada keteknya

Habis acara di dalem gedung kerucut, kita keliling lab dan museum. Ternyata museum plus lab ini udah berubah banyak banget dari terakhir kali aku datang ke tempat ini. Jadi tambah bagus, lab-museum-nya ditambahi koleksi-koleksi yang eksotis. Bagus pokoknya, mulai dari foto-foto pameran, pasir-pasir, sampel batuan, pengetahuan2, sampai alat-alat pemetaan. Keren! ^_^ Subhanallah! Arsitekturnya juga keren , berasa pengen punya rumah kayak ginian. Lihat deh, lantainya ada pasirnya. Naluri kenarsisan kami pun muncul. Jiahaaa… Foto-foto… Cepret! Cekrik!


Keluar dari museum, Mas Zainal ngasih info buat level 27. Boleh keliling lingkungan sekitar sini sambil cari ide penelitian, terus jam 11.30am harus balik lagi ke lab, gitu katanya. Akhirnya, aku dan Mbak Hanif memutuskan untuk keliling-keliling lingkungan sekitar situ. Ngeliat temen-temen pada antusias banget buat pergi ke pantai, akhirnya, we’ve decided to go to the beach! Yeah! Padahal jarak antara lab ke pantai hampir 2 kiloan, kalau lewat hutan. Tapi kalau lewat jalan aspal bisa lebih dari 2 kilometer. Buset dah! Wahaaa… semangat! Waktu itu kami bersepuluh. Aku, Ega, Wulan, Mbak Sasa, Mbak Hanif, Mbak Aras, Arin, Mbak Retno, Mas Syafiq, dan Mas AIR (dua-duanya cowok yang ikut). Sebelumnya ada Mas Fian dan Mas Fatih, tapi mereka nggak jadi ikut.

Awalnya kita nggak tahu lewat jalan yang mana kalau lewat hutan. Asal jalan aja lewat jalan aspal di depan lab. Subhanallah, liat deh, view-nya bagus banget nih hutan, kayak di luar negeri pas mau pergantian musim dari summer ke spring. Jiahaaaa… hutan ini notabene ditumbuhi pohon akasia, jambu mete, dll. Keren pokoknya! Awalnya aku juga niat buat cari jambu mete di hutan. Sayang beribu saying, jambunya nggak ada… Nggak musim kali.

Hmmm… kita bersepuluh yang nggak tahu arah dan tujuan asal jalan aja nyeberang hutan asal nyampe ke pantai. Kita bingung nih pertamanya, tapi karena ada jejak mirip ban sepeda motor di tanah pasir, yang mirip ular itu (jejaknya maksudku), kita ikutin aja. Siapa tahu jejak itu akan membawa kami menuju alam nan elok dipandang mata, pantai. Ya Tuhan, aku rindu pantai. Aku cinta pantai…

Berbagai rintangan di hutan telah kita lewati. Panas terik matahari tak jadi hambatan bagi kami untuk melanjutkan perjalanan kami menuju pantai. Pantai Depok. Akhirnya, dengan perjuangan yang tiada batasnya, dengan keringat yang mengucur deras, dengan jari-jari kaki yang kapalan karena berjalan terlalu lama, debur suara ombak semakin mendekat kea rah kami. Kami takut, kami takjub. TSUNAMI!!!!! TIDAAAAAAKKKKK!!!! Oh, bukan, ternyata hanya ombak biasa. Itu artinya, kami telah menemukan… PANTAI!!!!!! Whoaaaaa….!!! I love it! Pantai……. Pantai……. Oo, tapi kami harus nyeberang jalan dulu, habis itu naik bukit, terus turun bukit, habis itu jalan, ketemu deh pantainya! Cihuy!

Waktu itu pantainya habis pasang, tapi sekarang udah surut. Mas Syafik ngambil ranting kering di pantai (pas waktu itu pantainya lagi kotor banget, katanya sih habis adda upacara labuhan gitu), habis itu nulis di pasir. Entah kenapa (mungkin karena takut tulisannya bagus), Mas Syafik ngasih ranting itu ke Ega, dan Ega menuliskan beberapa huruf dan angka. Ini dia! Habis itu, kita foto-foto deh! Waha… Asyik!

Oh, no, kita terlalu asyik main di pantai sampai lupa waktu gitu. Untung ketemu anak-anak SMA 8 yang juga main di pantai. Oh, plis deh, ngebayangin pulang ke labnya gimana? Mana nggak ada angkot lagi (ya iyalah), ojek juga jarang (kan di deket hutan). Addanya Cuma kendaraan pribaddi yang berlalu lalang. Si Arin ngusulin buat nyetop kendaraan yang searah dengan kita, tapi plis deh, mana ada mobil yang muat buat 10 orang kecuali ya emang dibikin muat buat 10 orang. Wkwkwkwk… Mau balik ke rute yang tadi takut nyasar, secara kita tadi Cuma asal. Terus, karena waktu yang semakin mepet, kita barengan aja sama anak SMA 8. Woohoo, ternyata mereka lebih berbakat jadi Bolang! Mereka lebih tau rut eke lab daripada kita.. T.T… Hmmm… jalan yang mereka pilih lebih enak dan lebih cepet daripada jalan yang kami pilih tadi. Wow, lebih sejuk juga! Astaga! (lebay versi Fitri Tropika, hehe). Hmmm… Yummy!
Hooooahhheeemmm… Akhirnya sampai juga! Habis itu kita makan-makan. Hurray! Eniwei, mukaku jadi kayak kepiting rebus nih. Merah semua. Merah membara bagaikan kayu terbakar api (alay mode : on). Lihat deh! Waduh, Emak, pulang-pulang mukaku jadi item nih, lupa nggak pake sunblock (halah!)!
Wajahku… Ohhh…
Wakarakara, petualangan kami di Lab. Geospasial harus segera diakhiri, karena kami akan pulang! Eits, sebelumnya ke Taman Pintar dulu! Woho, Smart Park, dude! Mungkin karena kecapekan kali ya, aku jadi ketiduran di bus. Tiba-tiba aja begitu aku bangun udah nyampe di Smart Park (baca : Taman Pintar, biar agak kerenan dikit gitu pake bahasa Inggris). Nyampe sana kita sholat, terus masuk ke Gedung Kotak. Eh, kayaknya ada background bagus nih buat foto. Hohoho… Foto-foto dulu, ah! Eh, Indah sama Ida (dua bersaudara) ikut juga. Oke dah! Biar tambah rame… Cepret!
Di Gedung Kotak itu ternyata ada semacam penyambutan, penyuluhan, sosialisasi, dll, whatever. Yang ngisi Bapak Kepala Smart Park, Mbak-Mbak temennya Pak Kepala Smart Park sama Mas Zaenal. Mereka bilang bakan]lan ngedukung para pelajar di kota ini yang mau ngadain penelitian. Ehem… ehem… tapi aku agak kurang sreg nih. Soalnya yang didukung banyakan yang penelitian IPA. Huwahhh! Terus aku bberaniin diri aja buat Tanya, “Terus yang peneliti IPS gimana?”. Dengan panjang lebar Bapak Kepala Smart Park itupun bilang kalau semua genre penelitian didukung buat kemajuan Jogja dan Indonesia. Hore, hufffttt… Akhirnya… lha mau gimana lagi, Kangmas mbakyu, saya ini berdarah IPS (lho?) Maksudku, aku ini dari dulu emang udah klop sama IPS. Mendarah daging gitu deh (alay). Terus disosialisasiin juga kalau besok bakalan ada TPSC (Taman pintar Science Club), TSC-nya Taman Pintar. Wuaahh, banyak IPA-nya juga. Kata Mas Zae, buat anak-anak yang bergelut (bahasane) di bidang IPS, bisa masuk ke kategori Studi Dampak Pemanfaatan Teknologi atau apalah namanya, aku lupa. Di situ nantinya bakalan ada kajian ilmiah, workshop, dll. Ntar kalo ada info lagi aku posting di blog deh! Insya Allah…
Habis itu ada insiden menarik nih di Gedung Kotak, wehwe… Si Arin sama Nita yang super duper nggak habis-habis baterenya kalau bgomong, tiba-tiba dapet teguran dari Mbak temennya Pak Kepala Smart Park. Soalnya mereka menyuarakan “ihi ihi” yang menurut mbaknya agak mengganggu. Terus si Arin disuruh nyanyi deh. Waduh, kasihan banget nih anak! Tapi dia kan pedis, pede abis.. Wkwkwkwk.. Suaranya Arin lumayan bagus juga, bisa ikut Indonesian Idol nih. Wahahahaha… Peace, Rin!
Arin lagi nyanyi, yang pertama nggak tau judulnya apa, yang keddua lagu daerah asalnya, Si Patokaan. Sayang, sayang Si Patokaan …

Jumat, 19 Maret 2010

पेम्बन्तियन Serangga

Beberapa minggu yang lalu kelasku, kelas X2 tercinta (tssssaaahh…), mendapatkan sebuah tugas yang Masya Allah, mengorbankan hati nurani dan ketegaan kami terhadap suatu makhluk! Yah, sebut saja mata pelajaran itu adalah biologi, dan memang itu tugas biologi (piye to karepe?). Beberapa minggu yang lalu emang belum ada konfirmasi mau bikin apa buat tugas ini. Tapi waktu Bu Menik, guru biologi kami, bilang ternyat akita harus bikin herbarium atau insektarium dan penentuannya setiap kelompok dengan cara diundi. Woho… Main adu keberuntungan, nih! Waktu pertama kali ditentuin kelompoknya aku pas nggak masuk, akhirnya ya aku terima aja. Masa protes? Udah nggak masuk, protes lagi! Hufftt…

Sebenernya waktu itu kami (kali ini aku dan teman-teman sekelompokku) berharap banget dapet herbarium, tapi ternyata, kertas undian berkata lain. Huruf awalnya adalah I, dibuka pelan-pelan… hasilnya… INSEKTARIUM!!!! Tidaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk!!! Plus deadline bulan Maret, oh no!

Oh, no, Miss! Insektarium kok piye? Kami tahu, kami memang sesame makhluk yang masing-masing punya dosa, tapi please, kami nggak tega ngehabisin nyawa makhluk-makhluk Tuhan yang entah berdosa atau tidak itu. Hiks (alay mode : on)
Eniwei, habis terima tugas itu, aku cerita ke ibu. “Bu, aku dapet tugas bikin insektarium nih, ad aide bagus nggak? Enaknya dibikin kaeak apa?” Dengan spontanitas tinggi dan suara yang meninggi, serta alis mata yang ditinggikan, ibu saya menjawab,”What? Insektarium? Serangga? Dibunuh? Ya ampun, kenapa sih tugasnya harus kayak gitu. Tahu nggak, itu tuh sangat tidak berperikemanusiaan, ngerti?” Oh, no! Ibu saya aja bilang gitu, gimana aku? Saya sependapat, sayangnya aku yang manusia, bukan serangganya. Hohoho… Gimana lagi?

Setelah lama saya tak tahu siapa kelompok saya, akhirnya aku memberanikan diri (biasanya berani) untuk bertanya kepada salah seorang rekan saya bernama Riri dan Desta, “Sakjane kelompoke dhewe ki sapa wae e? Kok ming gur wong papat?” Setelah menerangkan bahwa anggota kami ada 8, yang terdiri ddari aku, Riri, Rifka, Desta, Fania, Rizal, Ma’ruf, dan Dimas, akhirnya kami sepakat merencanakan suatu pembunuhan terhadap serangga-serangga itu. (Perasaan bahasanya malah jadi formal gini, hah! Kebanyakan nge-MC formal, sekali-kali kasih job yang santai dund! Ngarep…). Mereka pada aku bilangin buat nangkep serangga di sekitar rumah mereka. Huwah, walhasil Cuma Fania yang ngumpulin, Riri juga, katanya udah dapet satu kecoa di rumahnya (yay!).


Akhirnya, hari Jumat, tadi, kan ceritanya pas pelajaran Bu Karsini kosong tuh, jadi dimanfaatin aja buat nangkep serangga di sekitar sekolah dengan peralatan seadanya, yaitu satu kantong plastic item ukuran besar sama plastic bening 2 lembar. Aku sama Rifka sih cuman, tapi kita dapet dua jenis serangga lho! Wahaha! Plokplokplokplokplok… Nangkepinnya mulai dari cara nangkepnya si Sinchan (ngegoyang-goyangin pohon), manjat kursi di depan aula, sampai lari-lari keliling lapangan nggak jelas Cuma buat nangkep seekor kupu-kupu nan elok menawan (halah). Woaha… Alhamdulillah kita dapet 2 jenis serangga, masih mending daripada nggak dapet sama sekali. Kedua jenis serangga itu adalah… Belalang kupu-kupu, siang makan nasi kalau makan minum susu (nah lho?), maksudku, BELALANG dan KUPU-KUPUUUUU!!!! Yeeeeeeeeeeyyyy….. Aku yang nangkep kupu-kupunya, Rifka yang nangkep belalangnya.

Oiya, Azka (X4) juga bantuin lho… Baik banget kan? (sori Az, dari tadi nggak aku sebutin, hehe…).

Habis nangkep perlu beli formalin + kloroform nih, biar mereka (serangga) cepet MATI! Kasihan banget nih kalo ditaruh di dalem kantong plastic terus gitu. Penyiksaan! Hiks! Belum lagi nanti harus diawetin pake formalin terus dipajang di dinding lab atau di manalah whatever dengan nama kami di belakangnya. Oh… kasihan...
Kalo aku yang jadi serangganya gimana ya? Ogah ah!

Minggu, 24 Mei 2009

Facebook Dilarang?

Aku bingung nih. Kenapa facebook menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat di negara ini, bahkan yang aku denger nih ya
Penggunaan situs jejaring sosial Facebook untuk mencari jodoh maupun pacaran diharamkan oleh ulama dari pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3).
Baca beritanya di sini http://www.detikinet.com/read/2009/05/25/114836/1136591/398/mui-masih-adem-ayem-soal-facebook.

Kalau kita facebook-an buat menjalin komunikasi antara satu teman dengan teman kita yang lain, aku kira sah-sah aja. Sampai sekarang aku masih bingung facebook-an gimana yang nggak boleh? Kalau buka-buka facebook yang ada gambar pornonya... Oh, I know, my mom would never allowed me to do it.

Bagaimana menurut pendapat kalian?

Kamis, 21 Mei 2009

Pidato Keluh Kesah

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.. Setumpah darah dan sekampung halaman! (Halah!)

Please help me! Bacalah dan hayati blogku.. Aq menganggap blog ini sebagai teman curhatku. So, kalau misalnya pas aku ngomong about something in myself, temen-temen boleh kok kasih komentar asalkan yang membangun dan yang enggak mengejek gitu deh! Karena saya adalah seorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi di negara ini plus menentang segala bentuk kejahatan dan kekerasan dalam bentuk apapun.

Thanks!

Sabtu, 20 Desember 2008

Kejahatan Cyber di Indonesia Masih Tinggi


Kejahatan cyber di Indonesia ternyata masih tergolong tinggi meski telah ada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UITE). Praktik kejahatan lewat dunia maya di Indonesia banyak dikeluhkan oleh sejumlah negara. Para pelaku kejahatan menggunakan jalur internet untuk memperkaya diri.
Bentuk kejahatan cyber yang paling banyak terjadi adalah penipuan, kejahatan seksual dan pornografi anak. KIni disinyalir banyak kejahatan terorisme yang menggunakan internet untuk melakukan pengintaian korban dan bertransaksi alat-alat pengeboman.
Dari data yang dihimpun Unit Cyber Crime Mabes Polri, selama 2006-2008 telah terkumpul 55 laporan kejahatan cyber dari 17 negara. Sayangnya laporan yang masuk tidak dapat ditindaklanjuti semua karena sejumlah korban - yang rata-rata tinggal di manca negara - tidak bisa datang ke Indonesia.
Modus kejahatan terbaru adalah penipuan berkedok transaksi barang lewat situs www.henbing.com. Salah satu korban adalah Chumpon Korp Phaibun, warga negara Thailand yang melakukan pembelian jet ski seharga US$ 19.520 (sekitar Rp 180 juta). Setelah melakukan transfer uang melalui Bank Mandiri, ternyata barang kiriman tidak pernah diterima Chumpon.
Polisi telah berhasil menangkap pelaku, Ronald Lubis dan Bayu. Keduanya dicokok polisi awal Juli lalu dengan bukti-bukti buku rekening dan transaksi kejahatan yang telah dilakukan keduanya. Diduga, kedua pelaku telah melakukan kejahatan cyber sejak lama karena keduanya sering bepergian ke luar negeri padahal pekerjaan utama mereka hanya menjalankan bisnis fotokopi.


Sumber: Kompas

Kamis, 29 Mei 2008

Perokok Pasif Sama Bahayanya Dengan Perokok Aktif

Banyak yang tidak tahu bahwa bahaya rokok bukan hanya mengancam perokok itu sendiri, tetapi juga orang yang ada di sekitarnya.
Rokok apabila dihisap, menghasilkan dua jenis asap, yakni asap utama dan asap sampingan. Asap utama adalah asap rokok yang terhisap langsung masuk ke paru-paru perokok lalu dihembuskan kembali, sedangkan asap sampingan adalah asap rokok yang dihasilkan oleh ujung rokok yang terbakar.
Menurut Ketua Komite Nasional Penanggulangan Masalah Merokok, Dr Merdias Almatsier, udara mengandung asap rokok menggangu kesehatan orang yang ada di ruangan atau lingkungan terdekat, karena asap rokok mengandung lebih 4.000 zat berbahaya.
Zat-zat berbahaya antara lain "tar" yang mengandung kimia beracun yang merusak sel paru-paru dan menyebabkan sakit kanker, "karbon monoksida (co)" sebagai gas beracun mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.
"Nikotin" merupakan zat kimia perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah dan membuat pemakai nikotin menjadi kecanduan.
Bila anda berada di ruangan berasap rokok cukup lama, maka ketiga zat beracun (tar, karbon monoksida, dan nikotin) masuk ke paru-paru, perokok pasif pun terkena dampak pada peningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru dan jantung koroner.
Lebih dari itu menghisap asap rokok orang lain, dapat memperburuk kondisi pengidap penyakit "angina" (nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah), "asma" (mengalami kesulitan bernafas), "alergi" (mengalmai iritasi akibat asap rokok).
Sedangkan gejala gangguan kesehatan akibat asap rokok, iritasi mata, sakit kepala, pusing, sakit tenggorokan, batuk, dan sesak nafas.

Wanita Hamil

Wanita hamil yang merokok atau menjadi perokok pasif, akan menyalurkan zat-zat beracun dari asap rokok kepada janin yang dikandungnya melalui peredaran darah.
Sedangkan nikotin yang ada dalam asap rokok menyebakabkan denyut jantung janin bertambah cepat, karbon monoksida menyebakan berkurangnya oksigen yang diterima janin.
Anak-anak yang orang tuanya merokok menghadapi kemungkinan lebih besar untuk menderita sakit dada, infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan dan mereka kemungkinan dua kali lipat di rawat di RS pada tahun pertama kehidupannya.
Dr Merdias yang juga Dirut RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta mengajak masyarakat untuk melakukan tiga hal guna mencegah bahaya yang ditimbulkan asap rokok, yakni komunikasi dan informasi bahaya merokok baik si perokok aktif dan pasif.
Sementara itu, Ketua Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LMMM) Ny Renie Singgih berpendapat, perlu kerjasama pemerintah dengan LSM memberdayakan masyarakat agar memahami bahaya merokok bagi kesehatan.
Peraturan pemerintah yang membatasi pengaruh merokok sudah cukup memadai, seperti larangan merokok di kawasan umum dan sekolah, pengaturan kandungan zat berbahya nikotin dan tar dalam setiap batang rokok serta pengaturan iklan rokok.
Jumlah Perokok Naik
Pakar penyakit paru FKUI/RS Persahabatan Prof Dr Hadiarto Mangunnegoro, Sp P menyatakan, jumlah perokok aktif di Indonesia naik dari 22,5 persen pada tahun 1990 an menjadi 60 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2000.
Depkes mengestimasikan pada 2001 bahwa perokok aktif mencapai 70 persen dari penduduk Indonesia, 60 persennya (84 juta orang) dari kalangan penduduk miskin dan sedang kematian akibat sakit ditimbulkan rokok per tahun mencapai 58 ribu orang.
Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memperkirakan tiap tahun terdapat empat juta orang meninggal akibat penyakit karena merokok dan pada 2020, angka orang meninggal karena rokok bertambah menjadi 8,4 juta per tahun.
WHO memperkirakan bahwa 59 persen pria berusia di atas 10 tahun di Indonesia telah menjadi perokok harian, dan konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok atau urutan ke-4 setelah RRC (1.679 miliar batang), AS (480 miliar), Jepang (230 miliar), dan Rusia (230 miliar).
Menurut perkiraan WHO, kenaikan jumlah perokok Indonesia, khususnya anak usia muda, karena gencarnya iklan rokok melalui berbagai media, sponsorship pada kegiatan olahraga, dan hiburan.
Hadiarto mengamati, sebagian besar perokok di Indonesia menyatakan sulit menghentikan merokok dengan alasan untuk kenikmatan, terkesan "keren" dan gengsi yang tinggi serta alasan menghilangkan stres (depresi).
Padahal, katanya, alasan tersebut sangat tidak tepat jika mereka menyadari bahaya bagi kesehatan, terutama setelah merokok 20 - 30 tahun, maka akan timbul penyakit seperti jantung koroner, kanker paru, hipertensi, dan bronkitis.
Penyakit akibat merokok itu memerlukan penyembuhan waktu yang lama dan membutuhkan biaya mahal, sehingga pasien dapat berakibat meninggal dini jika tidak memiliki biaya pengobatan dan memberatkan keluarga karena merawat dan menanggung biaya penderita itu.

Rabu, 26 Maret 2008

Kurindu Pagi

Mengapa malam begitu sunyi
Sepi, tanpa suara membisiki
Mengapa malam begitu dingin
Buatku merindukan kehangatan
Dari hati yang selalu kudambakan
Mengapa malam begitu panjang
Buat mata ini semakin terpancang
Menatap langit luas dalam bimbang
Berharap seseorang akan datang
Kurindukan pagi
Yang akan gantikan malam hari
Kuinginkan datangnya mentari
Yang akan gantikan gelapnya malam hari
Yang cahayanya mampu terangi hati
Tapi ku juga rindukan dirinya
Tuk berjumpa dengan dia
Ungkapkan segala rasa
Jalani hari bersamanya
Menaruh sebuah asa
Tuk wujudkan cita-cita