Pages

Selasa, 19 April 2011

Carieta Costume

Wew.. This is my first post about fashion. Here, i wanna share about my beloved class Carieta Costume. I love these all but finally, we just chose one of them.

Last March, my class were choosen by Carieta's committee to show our performance. It was surprising! We should prepare all of the things we needed such as training, costumes, etc. But we already prepared them a week before Carieta was held! Oh, no man!

Ahja, Carieta is like a talent show of my school, SMAN 1 Yogyakarta. It was held on March 12, 2011 and I think that it was too late to post it in this blog. But, whatever, there is no late in my dictionary. Haha.. Actually, it was the climax of our school anniversary celebration.

By the way, me and Fath were responsible with the costumes. First, she made the sketch, and i tried the real ones with a little improvisation. Haha. My sister Rahma took the photograph of me, and i created the style improvisation (halah) from Fath's original design just in one night!

In this costume, we just needed a jarit as a midi skirt, long sleeves tee's, headscarves, inner, pashmina or scarf and denim pants. We designed the costumes for the girl only. ANd for the boys, so simple. They just had to wear a long shirt, black jeans and a pair of shoes, and the style is depend on their taste of fashion (halah). And here are some pictures that my sister took with my parent's camera. Sorry if the pictures are bad.

1. The Original Design by Fath Ainia


Next time I'll post the sketch

2. 1st Improvisation : Shawl Top

The inspiration of the shawl as top came from one of Indonesian fashion blogger, Restu Anggraini:)

3. 2nd Improvisation : Eastern Cape


I wore a headscarf and flipped it, then I put it on my shoulder with a brooch.:)

4. 3rd Improvement : Head Banded

It was simple but cute, wasn't it?

5. 4rd Improvement : Bow!

I put my scarf as a bow on my neck like this. Cute, rite?:D

After that, I post it in my facebook account to get my classmates votes of the costumes.Yeah, in the morning, a day before our show, heheh, finally, we've got the fixed costume. It was number 4. And yaaa.. it's simple to apply than the others. hehe. We also add some belt that the Javanese dancers usually use in their performances. It called sabuk timang. By the way, the theme of Carieta decoration and scripts on that time were something like in the Javanese kingdom.



Thanks for reading..:))

Rabu, 13 April 2011

So, This Is It!

Ceritanya begini, di pos aku sebelumnya pernah nanya ke teman-teman semua tentang mau dibawa ke mana blog ini. Haha.. Yah, so, ada beberapa saran dari para blogger yang insyaallah dapat membantuku dalam menentukan arahny.

Oke fine, and here are some comment and suggestion for this blog. If you wanna add some, it's ok. it won't be too late. I'm going to accept it everytime. :))

The first comment come from Layung a.k.a Tatya a.k.a Nares :

personal blog aja chof :) yang namanya personal blog itu kamu bisa nulis apapun yang kamu sedang pikirkan sekarang. Ibaratnya kayak diary, tapi untuk konsumsi publik, nggak terlalu privacy dan hal-hal yang akan dipublish masih harus disaring dulu apakah ini terlalu pribadi untuk jadi konsumsi publik. Di personal blog juga kamu bisa nulis apapun yang kamu suka :D jadi kalo masih bingung, personal blog memang paling cocok karena sifatnya yang fleksibel ;)

15 Maret 2011 08:32


The second one is from Mas Ujang:

kalau aku yah, lebih suka yang terakhir, atau random aja lah, ngeblog buat iseng-iseng nulis sekaligus koleksi tulisan aja, kalau ada yg mau dicurahkan ya diblog, yg lagi dipikirin yg tulis diblog jg gpp, dan yg paling penting blog sbg sarana dokumentasi :D

21 Maret 2011 03:58


The last one who commented on my blog Mila

he em..setuju2..sebagai sarana dokumentasi dan pengalaman buat di share kan aja :) siapa tauk bisa dijadiin pelajaran buat si pembaca tuk kedepannya :D smangat mb chuopp..

21 Maret 2011 05:23


Ada juga yang baca blog terus langsung komen, she's Febi :

Hidupmu itu mencakup beberapa hal. Jadi boleh aja dimasukin berbagai elemen. :)



So... In this my bilingual post, i"m gonna make this a whatever blog. I can add some elements here. I can add a lot of things in my life to share to you. And i hope you can enjoy it!;D

Oya, the last one : Makasih buat teman-teman yang udah kasih saran.. :))

Selasa, 15 Maret 2011

Mau Dibawa ke Mana

Akhir-akhir ini saya bingung menanggapi suatu situasi kegentingan hal ikhwal yang memaksa, ini tentang hidup dan mati (opotoh--a). Ups, bukan, ini tentang 'Mau dibawa ke mana arah blog saya', maksud saya tema dari blog ini. Jujur, ada banyak elemen yang pingin saya masukkan ke dalam sini. Walaupun kenyataannya, saya juga jarang nge-post di blog. haha, tapi nggak apa-apa lah. Blogging is just for fun and sharing!

Kebingungan ini juga berdampak ketika saya mengubah template dari blog ini. Terkadang saya meminta pendapat teman-teman saya. bagus yang mana nih layoutnya? Imi apa ini? Teman saya hanya berkata, disesuaiin sama tema tulisan blog kamu ajalah. AAAH... tapi kan ini nggak bertema, alis banyak elemen yang dimasukkan. Sedih >.<

By the way, dari berbagai pertapaan yang saya lakukan (halah, lebay, haha) masih bingung juga mau memfokuskan blog ini tentang apa gitu. Kalau soal agama, nggak mungkin lah ya.. Soal tugas sekolah, itu mah bisa kita sharing di tempat selain blog. Pengalaman pribadi? Boleh juga, tapi bosen nih, itu-itu mulu..

Finally, i"ve made a decision about this blog. Aaaarrggghh...

I need your suggestion of this blog's way :

1. Fashion Blog


2. Travelling Blog


3. Diary Blog


4. Science Blog


5. Food blog



6. Whatever Blog


Mohon bantuannya, ya, teman.. Terimakasih :)

Selasa, 01 Maret 2011

Accident!

Astaghfirullah...astaghfirullah..astaghfitullah...
Oh, God! Forgive me, forgive me please... I have done a lot of mistakes to You, to my parents, my friends, and another people who ever met me. I didn't care about anything you've given to me. And I know that so many times You warned me, but so many times i never care.

I regret, but i know that nothing have to be regreted. As i know, as my mom told me, and as the people around me said that nothing have to be regreted. I just having a piece of spirit for continuing my life. Oh, God pleaseee... let it be over. I won't it happen to me anymore. >.<

Someone ever said to me that there will a rainbow after the rain.
So do Allah said "Fa Innama'al 'usri yusron, innama'al 'usri yusroo..'
I believe that the both quotes are true and the amenity will come to me. AMIN!
I believe that my life will be easy as i imagine.

Sabtu, 29 Januari 2011

Anggun - Bayang-bayang Ilusi




Kala mataku terpejam
Sunyinya malam
Kala hasratku membara
Khayal smakin tinggi

Seribu asa hadir di sekililingku
Bangkitkan gairah hidup
Sejuta harapan di dalam jiwaku
Walau semua masih di dalam angan

Jurang curam menghadangku
Getarkan jiwa
Dan pekatnya kegelapan
Datang melanda

Keraguan kini menjelma di dada
Musnahkan segala asa
Semua harapan yang dulu pernah ada
Tiada tersisa…

Haruskah ku hidup dalam angan - angan
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi

Bayangan ilusi
Hanya fantasi
Bayang ilusi

Haruskah ku hidup dalam angan - angan
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi

Bayangan ilusi
Hanya fantasi
Mengejar ilusi
Terus berlari
Bayang ilusi

This song is totally wonderful. Siapkan nafas panjang Anda untuk menyanyikannya. Tinggi banget.. T.T

Jumat, 10 Desember 2010

Patah Tulang Part 1

Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati… (sing)

Masih inget lagunya Pakdhe Meggy Z yang itu? Lagu jaman bahuela, mungkin aku belum lahir kali yak/ Haha.. Aku sih 50% setuju saja dengan lirik lagu itu, tapi kalau dipikir-pikir sakit gigi itu juga sakit lhoh.. Apalagi kalau liriknya diganti “Lebih baik patah tulang, daripada patah hati”, aku jelas-jelas TIDAK SETUJU!!! Ehem, capslock-nya bukan berarti aku teriak marah lho, hanya untuk penegasan saja. Hehe…

Sedikit curhat saja, yang namanya patah tulang itu bener-bener nggak enak. Ada sih enaknya, lebih diperhatiin ortu, hehe, tapi tetap saja yang namanya badan, pasti kalau sakit satu sakit semua. That was happened to me.

Panjang cerita kejadiannya tanggal 25 Juli 2010, tepat empat bulan setelah aku opname karena DB. Tanggal 25 merupakan hari penutupan GVT, Gladhi Vidya Teladan, itu lhooo MOS lanjutannya anak SMA 1. Kebetulan aku jadi panitianya dan harus menemani adek-adek kelas GVT X-7 yang aku waleni. Mau tak mau aku harus datang karena partner WK (Wali Kelas)-ku berhalangan hadir karena sakit (kalau nggak salah).

Hmmm… That was a good day and also a terrible day in my life. Acara penutupan GVT diisi dengan pentas seni dari adek kelas. Alhamdulillah X7 tampil dengan memukau (dance), mereka menampilkan nyanyian yang diiringi dengan gitar ditambah drama dance-nya Dek Abil. Wonderful! Aku sempet mau standing applause, tapi niat itu kubatalkan untuk menghormati orang-orang di belakangku yang sedang duduk, takut menghalangi pandangan. Hehe… Wah, mendampingi adek-adek di hari terakhir berasa menyenangkan dan tidak secapek hari-hari GVT sebelumnya! Yaah, walaupun aku merasa seperrti ‘single parent’. Hehe.. Setelah itu mereka masuk kelas dan kuminta untuk menuliskan pesan dan kesannya selama aku dan partner WK-ku (nggak usah disebut namanya ntar dia GR, haha) membersamai mereka. Aku sengaja tidak membacanya saat itu dan langsung kumasukkan dalam ransel yang tadinya berisi puluhan HP sitaan dari adek-adek (karena selama acara berlangsung memang tidak boleh membawa HP, HP dititipkan ke WK kemudian dibagikan saat mau pulang).

Kami berdoa dan mereka pulang, sementara aku masih di basecamp panitia untuk merapikan tempat dan beberapa stopmap masterpiece adek-adek Pansusku. Bertubi-tubi telepon dating dari ibu memintaku untuk pulang ke rumah Simbah. Karena waktu itu keluarga besar kami sedang berkumpul di sana dalam sebuah acara keluarga dan aku baru akan bergerak ke sana 30 menit kemudian.

Akupun menuju parkiran untuk menghampiri Grino, motor kesayanganku. Mula-mula kubuka kunci stangnya, kemudian kupakai helmku yang penuh dengan stiker. Entah mengapa saat mengencangkan helm, perasaanku benar-benar tidak karuan. Bingung. Tak tahu bingung karena apa (lho?). tidak biasanya aku mengencangkan helm sampai benar-benar kencang seperti saat itu.

“Assalamualaikum!” kuucapkan salamku untuk orang-orang yang masih ada di parkiran, begitu pula dengan adek-adek kelas yang masih menunggu jemputan di halaman sekolah. Bruuummm… Aku membelokkan motorku ke arah selatan, ke rumah Simbah dengan sedikit terburu-buru. Dengan sangat terpaksa, lampu merah menghentikanku di Perempatan Wirobrajan, akupun maju ke garis depan tapi tidak paling depan. Berhenti lalu diam.

Kuperhatikan countdown yang berwarna merah sambil ikut menghitung. Saat angka menunjukkan 0, aku bersiap memacu motorku. Kemudian kutarik gasnya saat lampu berubah hijau. Pandanganku kabur menjadi hitam seperti ditutupi papan kayu dan aku tak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di kanan, kiri, dan depanku. Mungkin syaraf di otak bekerja untuk member kabar buruk pada situasi seperti ini. Tiba-tiba dari arah kanan melaju sebuah skutik dengan rem blong (kata pengemudinya) dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Saat itu aku ingat kecepatan motor ku baru mau naik menjadi 40km/jam. Ckiiiiiiiiiiitttttttttttttttt…..Bruuuuuuukkk….

To be continued...

Tumis Bakso

Wahaa.. sudah lama nggak ngepost di blog nih. Jujur, aku bingung banget mau ngepost apa. Kemaren pas aku bikin tumis bakso jadi kepikiran, mau nulis ini aja di blog. Kayaknya asyik bisa sharing-sharing resep makanan sama temen-temen. Apalagi yang demen banget sama yang namanya bakso. Hmmm… You have to try this one! Haha…


Bahan-bahan yang kita butuhkan :
- 20 buah bakso sapi.
- 50 gram tempe diiris dadu dan digoreng
- 3 siung bawang putih dicincang
- 3 siung bawang merah diiris tipis
- 3 buah cabe keriting (sesuai selera) diiris bulat
- 1 cm jahe diiris tipis
- 1 lembar daun salam
- 1 lembar daun jeruk nipis
- Minyak goreng secukupnya
- Gula jawa secukupnya
- Lengkuas secukupnya
- Kecap manis secukupnya
- Air secukupnya
- Garam secukupnya
- Bawang goreng
- Daun kemangi secukupnya

Nah, setelah bahan-bahan tersedia, it’s time to cook.. yeaaahhh… Sebenernya untuk membuat tumis bakso manis ini sangatlah mudah, sama seperti tumis-tumisan kebanyakan. :D

Pertama,tumis bawang putih sampai harum dengan minyak yang telah dipanaskan, disusul bawang merah, cabe, lengkuas, jahe, daun salam, dan daun jeruk nipis. Tumis sampai harum, masukkan tempe. Setelah itu giliran gula jawa dan air dituangkan. Tunggu sampai air mendidih dan gula jawa larut. Kemudian masukkan bakso sapi, masak hingga empuk, angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan dihiasi daun kemangi.
Hmmmm… This is it! Tumis bakso a la Chief Shofi… Hahaha… Gampang kan? Selamat mencoba!:D