Pages

Minggu, 04 April 2010

Cuihuuuyyyyy… LDP, men, women!









Hari Minggu, 21 Maret 2010. Keputusasaan dan kemarahanku hampir terobati di sini. LDP, men, women! A.k.a Latihan Dasar Penelitian, keren banget sumpah! Ini nih program tahunan TSC yang tujuannya buat ngelatih kemampuan anak-anak TSC kelas X, termasuk aku, dalam hal penelitian. Kurang lebih seperti itu. Oiya, TSC itu singkatan dari Teladan Science Club, macam ekstra KIR gitu, tapi ini bukan ekstra KIR biasa, mamen! Ini luar biasa (dengan nada bicara kayak host Silet). KIR ini di bawah sekbid 5 OSIS Bhinneka Teladan Bhakti SMAN 1 Yogyakarta yang kami cintai (walah, malah cerita organisasi, orang sini pengen cerita LDP-nya e..).

Afwan, maaf, bahasa gaulnya anak Teladan.

Eniwei, LDP kali ini dikemas seperti semacam touring. Asyik banget, apalagi buat yang seneng traveling, seerrrruuu abisss. Tujuannya ke Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis, Pantai Parangtritis, dan Taman Pintar. Yang seneng geografi nih, nggak boleh terlewatkan.

Oke, pertama, Mbak/ Mas level 26 ngasih info kalo kita, level 27, harus kumpul di sekolah jam 6.30am. rencananya mau berangkat jam 7.00am gitu. Tapi biasalah Indonesia, pada ngaret semua jamnya, melaaarrr…molorrr…kayak kolor… Mana bapakku udah ngebut di jalan pula. Kan ceritanya pagi-pagi itu aku dianter bapakku gitu, soalnya males aku naik motor sendiri ke sekolah. Hemat bensin (jialah), secara bensin kan mahal. Akhirnya sekitar jam 7.30am gitu kita baru berangkat dari sekolah ke Dinas Pendidikan Provinsi, ngejemput anak-anak dari SMA 8 yang mau ikut plus Mas Zainal juga, pembimbing KIR. Habis itu.. Langsung deh, melesat ke Geospasial. Jiaaaaaaaa…

Wah, gila nih anak-anak, di bis pada nggak bisa diem, berisssiiiikkk plus raaameeee… Mana ada kontak jodoh dadakan lagi. Hehe, kalau soal ini pasti udah bisa nebak siapa yang dijodoh-jodohin (jawa : dipacok-pacokke). AKU. Hiks! Jahat mereka. Sama… Ah, nggak usah tak sebutin namanya. Sori, Joy! (Wealah, nyeplos!) “Merah mukamu,” kata Indah.. Huuuuaaaaaaaaaa…

Nggak lho, bapak-ibu-saudara, saya nggak ngapa-ngapain, kami temenan aja kok. No no no…

Waktu nyampe Lab. Geospasial, hatiku berbunga-bunga tidak terkira (halah). Masalahnya udah lebih dari 1,5 tahun aku nggak balik ke sini, ke lab ini, ke daerah ini (kayak aku dikangenin banyak orang aja di sini). Emang dulu aku pernah ngelakuin research sama kawan-kawan dan guru SMP di sini. Tempatnya keren banget! It was awesome, now it is more awesome.

Nah, ini nih yang namanya Lab. Geospasial Pesisir Parangtritis. Keren kan? :D

Habis itu, langsung deh kita disuruh masuk ke dalemnya. Eh, ketemu Pak Antok, yang dulu pernah jadi informan penelitian, ternyata beliau ngisi acara LDP juga. Isinya mulai dari kapan dibangunnya lab ini sampai pembentukan gumuk pasir di Parangtritis. Dan ternyata, gumuk pasir yang ada di Parangtritis itu, terutama yang berbentuk Barchan merupakan satu-satunya yang ada di Asia Tenggara, yang lain ada juga di Meksiko. Secara nih, Indonesia beriklim tropis, biasanya gumuk pasir (sand dune) itu ada di daerah yang beriklim humid (lembab) dan subtropik. Makanya, gumuk pasir di Parangtritis itu termasuk langka dan unik. Wow, Indonesia keren ya? Bangga dong, jadi anak Indonesia 

Woho, ternyata kata beliau dan guruku waktu SMP bener. Whatever, nggak usah dibahas, lanjutkan saja!

SMA kita dapet kenang-kenangan lho, dari Geospasial berupa sebuah peta yang diserahkan secara simbolik kepada Pak Kepsek oleh Pak Antok. Waduh, fotonya burem nih! Maaf, ya, posisinya pas nggak enak. (Ada keteknya

Habis acara di dalem gedung kerucut, kita keliling lab dan museum. Ternyata museum plus lab ini udah berubah banyak banget dari terakhir kali aku datang ke tempat ini. Jadi tambah bagus, lab-museum-nya ditambahi koleksi-koleksi yang eksotis. Bagus pokoknya, mulai dari foto-foto pameran, pasir-pasir, sampel batuan, pengetahuan2, sampai alat-alat pemetaan. Keren! ^_^ Subhanallah! Arsitekturnya juga keren , berasa pengen punya rumah kayak ginian. Lihat deh, lantainya ada pasirnya. Naluri kenarsisan kami pun muncul. Jiahaaa… Foto-foto… Cepret! Cekrik!


Keluar dari museum, Mas Zainal ngasih info buat level 27. Boleh keliling lingkungan sekitar sini sambil cari ide penelitian, terus jam 11.30am harus balik lagi ke lab, gitu katanya. Akhirnya, aku dan Mbak Hanif memutuskan untuk keliling-keliling lingkungan sekitar situ. Ngeliat temen-temen pada antusias banget buat pergi ke pantai, akhirnya, we’ve decided to go to the beach! Yeah! Padahal jarak antara lab ke pantai hampir 2 kiloan, kalau lewat hutan. Tapi kalau lewat jalan aspal bisa lebih dari 2 kilometer. Buset dah! Wahaaa… semangat! Waktu itu kami bersepuluh. Aku, Ega, Wulan, Mbak Sasa, Mbak Hanif, Mbak Aras, Arin, Mbak Retno, Mas Syafiq, dan Mas AIR (dua-duanya cowok yang ikut). Sebelumnya ada Mas Fian dan Mas Fatih, tapi mereka nggak jadi ikut.

Awalnya kita nggak tahu lewat jalan yang mana kalau lewat hutan. Asal jalan aja lewat jalan aspal di depan lab. Subhanallah, liat deh, view-nya bagus banget nih hutan, kayak di luar negeri pas mau pergantian musim dari summer ke spring. Jiahaaaa… hutan ini notabene ditumbuhi pohon akasia, jambu mete, dll. Keren pokoknya! Awalnya aku juga niat buat cari jambu mete di hutan. Sayang beribu saying, jambunya nggak ada… Nggak musim kali.

Hmmm… kita bersepuluh yang nggak tahu arah dan tujuan asal jalan aja nyeberang hutan asal nyampe ke pantai. Kita bingung nih pertamanya, tapi karena ada jejak mirip ban sepeda motor di tanah pasir, yang mirip ular itu (jejaknya maksudku), kita ikutin aja. Siapa tahu jejak itu akan membawa kami menuju alam nan elok dipandang mata, pantai. Ya Tuhan, aku rindu pantai. Aku cinta pantai…

Berbagai rintangan di hutan telah kita lewati. Panas terik matahari tak jadi hambatan bagi kami untuk melanjutkan perjalanan kami menuju pantai. Pantai Depok. Akhirnya, dengan perjuangan yang tiada batasnya, dengan keringat yang mengucur deras, dengan jari-jari kaki yang kapalan karena berjalan terlalu lama, debur suara ombak semakin mendekat kea rah kami. Kami takut, kami takjub. TSUNAMI!!!!! TIDAAAAAAKKKKK!!!! Oh, bukan, ternyata hanya ombak biasa. Itu artinya, kami telah menemukan… PANTAI!!!!!! Whoaaaaa….!!! I love it! Pantai……. Pantai……. Oo, tapi kami harus nyeberang jalan dulu, habis itu naik bukit, terus turun bukit, habis itu jalan, ketemu deh pantainya! Cihuy!

Waktu itu pantainya habis pasang, tapi sekarang udah surut. Mas Syafik ngambil ranting kering di pantai (pas waktu itu pantainya lagi kotor banget, katanya sih habis adda upacara labuhan gitu), habis itu nulis di pasir. Entah kenapa (mungkin karena takut tulisannya bagus), Mas Syafik ngasih ranting itu ke Ega, dan Ega menuliskan beberapa huruf dan angka. Ini dia! Habis itu, kita foto-foto deh! Waha… Asyik!

Oh, no, kita terlalu asyik main di pantai sampai lupa waktu gitu. Untung ketemu anak-anak SMA 8 yang juga main di pantai. Oh, plis deh, ngebayangin pulang ke labnya gimana? Mana nggak ada angkot lagi (ya iyalah), ojek juga jarang (kan di deket hutan). Addanya Cuma kendaraan pribaddi yang berlalu lalang. Si Arin ngusulin buat nyetop kendaraan yang searah dengan kita, tapi plis deh, mana ada mobil yang muat buat 10 orang kecuali ya emang dibikin muat buat 10 orang. Wkwkwkwk… Mau balik ke rute yang tadi takut nyasar, secara kita tadi Cuma asal. Terus, karena waktu yang semakin mepet, kita barengan aja sama anak SMA 8. Woohoo, ternyata mereka lebih berbakat jadi Bolang! Mereka lebih tau rut eke lab daripada kita.. T.T… Hmmm… jalan yang mereka pilih lebih enak dan lebih cepet daripada jalan yang kami pilih tadi. Wow, lebih sejuk juga! Astaga! (lebay versi Fitri Tropika, hehe). Hmmm… Yummy!
Hooooahhheeemmm… Akhirnya sampai juga! Habis itu kita makan-makan. Hurray! Eniwei, mukaku jadi kayak kepiting rebus nih. Merah semua. Merah membara bagaikan kayu terbakar api (alay mode : on). Lihat deh! Waduh, Emak, pulang-pulang mukaku jadi item nih, lupa nggak pake sunblock (halah!)!
Wajahku… Ohhh…
Wakarakara, petualangan kami di Lab. Geospasial harus segera diakhiri, karena kami akan pulang! Eits, sebelumnya ke Taman Pintar dulu! Woho, Smart Park, dude! Mungkin karena kecapekan kali ya, aku jadi ketiduran di bus. Tiba-tiba aja begitu aku bangun udah nyampe di Smart Park (baca : Taman Pintar, biar agak kerenan dikit gitu pake bahasa Inggris). Nyampe sana kita sholat, terus masuk ke Gedung Kotak. Eh, kayaknya ada background bagus nih buat foto. Hohoho… Foto-foto dulu, ah! Eh, Indah sama Ida (dua bersaudara) ikut juga. Oke dah! Biar tambah rame… Cepret!
Di Gedung Kotak itu ternyata ada semacam penyambutan, penyuluhan, sosialisasi, dll, whatever. Yang ngisi Bapak Kepala Smart Park, Mbak-Mbak temennya Pak Kepala Smart Park sama Mas Zaenal. Mereka bilang bakan]lan ngedukung para pelajar di kota ini yang mau ngadain penelitian. Ehem… ehem… tapi aku agak kurang sreg nih. Soalnya yang didukung banyakan yang penelitian IPA. Huwahhh! Terus aku bberaniin diri aja buat Tanya, “Terus yang peneliti IPS gimana?”. Dengan panjang lebar Bapak Kepala Smart Park itupun bilang kalau semua genre penelitian didukung buat kemajuan Jogja dan Indonesia. Hore, hufffttt… Akhirnya… lha mau gimana lagi, Kangmas mbakyu, saya ini berdarah IPS (lho?) Maksudku, aku ini dari dulu emang udah klop sama IPS. Mendarah daging gitu deh (alay). Terus disosialisasiin juga kalau besok bakalan ada TPSC (Taman pintar Science Club), TSC-nya Taman Pintar. Wuaahh, banyak IPA-nya juga. Kata Mas Zae, buat anak-anak yang bergelut (bahasane) di bidang IPS, bisa masuk ke kategori Studi Dampak Pemanfaatan Teknologi atau apalah namanya, aku lupa. Di situ nantinya bakalan ada kajian ilmiah, workshop, dll. Ntar kalo ada info lagi aku posting di blog deh! Insya Allah…
Habis itu ada insiden menarik nih di Gedung Kotak, wehwe… Si Arin sama Nita yang super duper nggak habis-habis baterenya kalau bgomong, tiba-tiba dapet teguran dari Mbak temennya Pak Kepala Smart Park. Soalnya mereka menyuarakan “ihi ihi” yang menurut mbaknya agak mengganggu. Terus si Arin disuruh nyanyi deh. Waduh, kasihan banget nih anak! Tapi dia kan pedis, pede abis.. Wkwkwkwk.. Suaranya Arin lumayan bagus juga, bisa ikut Indonesian Idol nih. Wahahahaha… Peace, Rin!
Arin lagi nyanyi, yang pertama nggak tau judulnya apa, yang keddua lagu daerah asalnya, Si Patokaan. Sayang, sayang Si Patokaan …

Jumat, 19 Maret 2010

पेम्बन्तियन Serangga

Beberapa minggu yang lalu kelasku, kelas X2 tercinta (tssssaaahh…), mendapatkan sebuah tugas yang Masya Allah, mengorbankan hati nurani dan ketegaan kami terhadap suatu makhluk! Yah, sebut saja mata pelajaran itu adalah biologi, dan memang itu tugas biologi (piye to karepe?). Beberapa minggu yang lalu emang belum ada konfirmasi mau bikin apa buat tugas ini. Tapi waktu Bu Menik, guru biologi kami, bilang ternyat akita harus bikin herbarium atau insektarium dan penentuannya setiap kelompok dengan cara diundi. Woho… Main adu keberuntungan, nih! Waktu pertama kali ditentuin kelompoknya aku pas nggak masuk, akhirnya ya aku terima aja. Masa protes? Udah nggak masuk, protes lagi! Hufftt…

Sebenernya waktu itu kami (kali ini aku dan teman-teman sekelompokku) berharap banget dapet herbarium, tapi ternyata, kertas undian berkata lain. Huruf awalnya adalah I, dibuka pelan-pelan… hasilnya… INSEKTARIUM!!!! Tidaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk!!! Plus deadline bulan Maret, oh no!

Oh, no, Miss! Insektarium kok piye? Kami tahu, kami memang sesame makhluk yang masing-masing punya dosa, tapi please, kami nggak tega ngehabisin nyawa makhluk-makhluk Tuhan yang entah berdosa atau tidak itu. Hiks (alay mode : on)
Eniwei, habis terima tugas itu, aku cerita ke ibu. “Bu, aku dapet tugas bikin insektarium nih, ad aide bagus nggak? Enaknya dibikin kaeak apa?” Dengan spontanitas tinggi dan suara yang meninggi, serta alis mata yang ditinggikan, ibu saya menjawab,”What? Insektarium? Serangga? Dibunuh? Ya ampun, kenapa sih tugasnya harus kayak gitu. Tahu nggak, itu tuh sangat tidak berperikemanusiaan, ngerti?” Oh, no! Ibu saya aja bilang gitu, gimana aku? Saya sependapat, sayangnya aku yang manusia, bukan serangganya. Hohoho… Gimana lagi?

Setelah lama saya tak tahu siapa kelompok saya, akhirnya aku memberanikan diri (biasanya berani) untuk bertanya kepada salah seorang rekan saya bernama Riri dan Desta, “Sakjane kelompoke dhewe ki sapa wae e? Kok ming gur wong papat?” Setelah menerangkan bahwa anggota kami ada 8, yang terdiri ddari aku, Riri, Rifka, Desta, Fania, Rizal, Ma’ruf, dan Dimas, akhirnya kami sepakat merencanakan suatu pembunuhan terhadap serangga-serangga itu. (Perasaan bahasanya malah jadi formal gini, hah! Kebanyakan nge-MC formal, sekali-kali kasih job yang santai dund! Ngarep…). Mereka pada aku bilangin buat nangkep serangga di sekitar rumah mereka. Huwah, walhasil Cuma Fania yang ngumpulin, Riri juga, katanya udah dapet satu kecoa di rumahnya (yay!).


Akhirnya, hari Jumat, tadi, kan ceritanya pas pelajaran Bu Karsini kosong tuh, jadi dimanfaatin aja buat nangkep serangga di sekitar sekolah dengan peralatan seadanya, yaitu satu kantong plastic item ukuran besar sama plastic bening 2 lembar. Aku sama Rifka sih cuman, tapi kita dapet dua jenis serangga lho! Wahaha! Plokplokplokplokplok… Nangkepinnya mulai dari cara nangkepnya si Sinchan (ngegoyang-goyangin pohon), manjat kursi di depan aula, sampai lari-lari keliling lapangan nggak jelas Cuma buat nangkep seekor kupu-kupu nan elok menawan (halah). Woaha… Alhamdulillah kita dapet 2 jenis serangga, masih mending daripada nggak dapet sama sekali. Kedua jenis serangga itu adalah… Belalang kupu-kupu, siang makan nasi kalau makan minum susu (nah lho?), maksudku, BELALANG dan KUPU-KUPUUUUU!!!! Yeeeeeeeeeeyyyy….. Aku yang nangkep kupu-kupunya, Rifka yang nangkep belalangnya.

Oiya, Azka (X4) juga bantuin lho… Baik banget kan? (sori Az, dari tadi nggak aku sebutin, hehe…).

Habis nangkep perlu beli formalin + kloroform nih, biar mereka (serangga) cepet MATI! Kasihan banget nih kalo ditaruh di dalem kantong plastic terus gitu. Penyiksaan! Hiks! Belum lagi nanti harus diawetin pake formalin terus dipajang di dinding lab atau di manalah whatever dengan nama kami di belakangnya. Oh… kasihan...
Kalo aku yang jadi serangganya gimana ya? Ogah ah!

Minggu, 24 Mei 2009

Facebook Dilarang?

Aku bingung nih. Kenapa facebook menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat di negara ini, bahkan yang aku denger nih ya
Penggunaan situs jejaring sosial Facebook untuk mencari jodoh maupun pacaran diharamkan oleh ulama dari pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3).
Baca beritanya di sini http://www.detikinet.com/read/2009/05/25/114836/1136591/398/mui-masih-adem-ayem-soal-facebook.

Kalau kita facebook-an buat menjalin komunikasi antara satu teman dengan teman kita yang lain, aku kira sah-sah aja. Sampai sekarang aku masih bingung facebook-an gimana yang nggak boleh? Kalau buka-buka facebook yang ada gambar pornonya... Oh, I know, my mom would never allowed me to do it.

Bagaimana menurut pendapat kalian?

Kamis, 21 Mei 2009

Pidato Keluh Kesah

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.. Setumpah darah dan sekampung halaman! (Halah!)

Please help me! Bacalah dan hayati blogku.. Aq menganggap blog ini sebagai teman curhatku. So, kalau misalnya pas aku ngomong about something in myself, temen-temen boleh kok kasih komentar asalkan yang membangun dan yang enggak mengejek gitu deh! Karena saya adalah seorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi di negara ini plus menentang segala bentuk kejahatan dan kekerasan dalam bentuk apapun.

Thanks!

Sabtu, 20 Desember 2008

Kejahatan Cyber di Indonesia Masih Tinggi


Kejahatan cyber di Indonesia ternyata masih tergolong tinggi meski telah ada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UITE). Praktik kejahatan lewat dunia maya di Indonesia banyak dikeluhkan oleh sejumlah negara. Para pelaku kejahatan menggunakan jalur internet untuk memperkaya diri.
Bentuk kejahatan cyber yang paling banyak terjadi adalah penipuan, kejahatan seksual dan pornografi anak. KIni disinyalir banyak kejahatan terorisme yang menggunakan internet untuk melakukan pengintaian korban dan bertransaksi alat-alat pengeboman.
Dari data yang dihimpun Unit Cyber Crime Mabes Polri, selama 2006-2008 telah terkumpul 55 laporan kejahatan cyber dari 17 negara. Sayangnya laporan yang masuk tidak dapat ditindaklanjuti semua karena sejumlah korban - yang rata-rata tinggal di manca negara - tidak bisa datang ke Indonesia.
Modus kejahatan terbaru adalah penipuan berkedok transaksi barang lewat situs www.henbing.com. Salah satu korban adalah Chumpon Korp Phaibun, warga negara Thailand yang melakukan pembelian jet ski seharga US$ 19.520 (sekitar Rp 180 juta). Setelah melakukan transfer uang melalui Bank Mandiri, ternyata barang kiriman tidak pernah diterima Chumpon.
Polisi telah berhasil menangkap pelaku, Ronald Lubis dan Bayu. Keduanya dicokok polisi awal Juli lalu dengan bukti-bukti buku rekening dan transaksi kejahatan yang telah dilakukan keduanya. Diduga, kedua pelaku telah melakukan kejahatan cyber sejak lama karena keduanya sering bepergian ke luar negeri padahal pekerjaan utama mereka hanya menjalankan bisnis fotokopi.


Sumber: Kompas

Kamis, 29 Mei 2008

Perokok Pasif Sama Bahayanya Dengan Perokok Aktif

Banyak yang tidak tahu bahwa bahaya rokok bukan hanya mengancam perokok itu sendiri, tetapi juga orang yang ada di sekitarnya.
Rokok apabila dihisap, menghasilkan dua jenis asap, yakni asap utama dan asap sampingan. Asap utama adalah asap rokok yang terhisap langsung masuk ke paru-paru perokok lalu dihembuskan kembali, sedangkan asap sampingan adalah asap rokok yang dihasilkan oleh ujung rokok yang terbakar.
Menurut Ketua Komite Nasional Penanggulangan Masalah Merokok, Dr Merdias Almatsier, udara mengandung asap rokok menggangu kesehatan orang yang ada di ruangan atau lingkungan terdekat, karena asap rokok mengandung lebih 4.000 zat berbahaya.
Zat-zat berbahaya antara lain "tar" yang mengandung kimia beracun yang merusak sel paru-paru dan menyebabkan sakit kanker, "karbon monoksida (co)" sebagai gas beracun mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.
"Nikotin" merupakan zat kimia perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah dan membuat pemakai nikotin menjadi kecanduan.
Bila anda berada di ruangan berasap rokok cukup lama, maka ketiga zat beracun (tar, karbon monoksida, dan nikotin) masuk ke paru-paru, perokok pasif pun terkena dampak pada peningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru dan jantung koroner.
Lebih dari itu menghisap asap rokok orang lain, dapat memperburuk kondisi pengidap penyakit "angina" (nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah), "asma" (mengalami kesulitan bernafas), "alergi" (mengalmai iritasi akibat asap rokok).
Sedangkan gejala gangguan kesehatan akibat asap rokok, iritasi mata, sakit kepala, pusing, sakit tenggorokan, batuk, dan sesak nafas.

Wanita Hamil

Wanita hamil yang merokok atau menjadi perokok pasif, akan menyalurkan zat-zat beracun dari asap rokok kepada janin yang dikandungnya melalui peredaran darah.
Sedangkan nikotin yang ada dalam asap rokok menyebakabkan denyut jantung janin bertambah cepat, karbon monoksida menyebakan berkurangnya oksigen yang diterima janin.
Anak-anak yang orang tuanya merokok menghadapi kemungkinan lebih besar untuk menderita sakit dada, infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan dan mereka kemungkinan dua kali lipat di rawat di RS pada tahun pertama kehidupannya.
Dr Merdias yang juga Dirut RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta mengajak masyarakat untuk melakukan tiga hal guna mencegah bahaya yang ditimbulkan asap rokok, yakni komunikasi dan informasi bahaya merokok baik si perokok aktif dan pasif.
Sementara itu, Ketua Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LMMM) Ny Renie Singgih berpendapat, perlu kerjasama pemerintah dengan LSM memberdayakan masyarakat agar memahami bahaya merokok bagi kesehatan.
Peraturan pemerintah yang membatasi pengaruh merokok sudah cukup memadai, seperti larangan merokok di kawasan umum dan sekolah, pengaturan kandungan zat berbahya nikotin dan tar dalam setiap batang rokok serta pengaturan iklan rokok.
Jumlah Perokok Naik
Pakar penyakit paru FKUI/RS Persahabatan Prof Dr Hadiarto Mangunnegoro, Sp P menyatakan, jumlah perokok aktif di Indonesia naik dari 22,5 persen pada tahun 1990 an menjadi 60 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2000.
Depkes mengestimasikan pada 2001 bahwa perokok aktif mencapai 70 persen dari penduduk Indonesia, 60 persennya (84 juta orang) dari kalangan penduduk miskin dan sedang kematian akibat sakit ditimbulkan rokok per tahun mencapai 58 ribu orang.
Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memperkirakan tiap tahun terdapat empat juta orang meninggal akibat penyakit karena merokok dan pada 2020, angka orang meninggal karena rokok bertambah menjadi 8,4 juta per tahun.
WHO memperkirakan bahwa 59 persen pria berusia di atas 10 tahun di Indonesia telah menjadi perokok harian, dan konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok atau urutan ke-4 setelah RRC (1.679 miliar batang), AS (480 miliar), Jepang (230 miliar), dan Rusia (230 miliar).
Menurut perkiraan WHO, kenaikan jumlah perokok Indonesia, khususnya anak usia muda, karena gencarnya iklan rokok melalui berbagai media, sponsorship pada kegiatan olahraga, dan hiburan.
Hadiarto mengamati, sebagian besar perokok di Indonesia menyatakan sulit menghentikan merokok dengan alasan untuk kenikmatan, terkesan "keren" dan gengsi yang tinggi serta alasan menghilangkan stres (depresi).
Padahal, katanya, alasan tersebut sangat tidak tepat jika mereka menyadari bahaya bagi kesehatan, terutama setelah merokok 20 - 30 tahun, maka akan timbul penyakit seperti jantung koroner, kanker paru, hipertensi, dan bronkitis.
Penyakit akibat merokok itu memerlukan penyembuhan waktu yang lama dan membutuhkan biaya mahal, sehingga pasien dapat berakibat meninggal dini jika tidak memiliki biaya pengobatan dan memberatkan keluarga karena merawat dan menanggung biaya penderita itu.

Rabu, 26 Maret 2008

Kurindu Pagi

Mengapa malam begitu sunyi
Sepi, tanpa suara membisiki
Mengapa malam begitu dingin
Buatku merindukan kehangatan
Dari hati yang selalu kudambakan
Mengapa malam begitu panjang
Buat mata ini semakin terpancang
Menatap langit luas dalam bimbang
Berharap seseorang akan datang
Kurindukan pagi
Yang akan gantikan malam hari
Kuinginkan datangnya mentari
Yang akan gantikan gelapnya malam hari
Yang cahayanya mampu terangi hati
Tapi ku juga rindukan dirinya
Tuk berjumpa dengan dia
Ungkapkan segala rasa
Jalani hari bersamanya
Menaruh sebuah asa
Tuk wujudkan cita-cita